Tips dan Resep Rendang untuk Memulai Bisnis Rumahan

0
22

Resep Rendang Asli Minang

Resep yang kita kenal sebagai rendang asli Minang biasanya berwarna cokelat kehitaman. Untuk membuatnya, simak resep berikut ini!

Bahan Utama Rendang

  • 1 kilogram daging sapi
  • 3 liter santan yang diambil dari 3 butir kelapa

Bumbu Rendang yang Dihaluskan

  • 5 butir kemiri
  • 6 siung bawang putih
  • 100 gram cabai merah besar
  • 100 gram cabai merah keriting
  • 2 cm jahe, dibakar
  • 2 cm lengkuas
  • 3 cm kunyit, dibakar
  • ½ sendok teh ketumbar
  • ½ sendok teh pala
  • 1 sendok teh jintan, disangrai
  • 2 sendok teh garam
  • Penyedap rasa sesuai selera

Bumbu Tambahan Rendang (Jangan Dihaluskan)

  • 2 batang serai, dimemarkan
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 cm asam gelugur/asam kandis
  • 2 lembar daun kunyit

Cara Memasak Rendang

Daging sapi yang sudah dibersihkan dipotong-potong dadu. Usahakan tidak memotong daging terlalu kecil karena bisa hancur saat dimasak.

Siapkan wajan besar lalu masukkan santan bersama serai, irisan bawang merah, asam dan daun kunyit. Aduk hingga mendidih. Perlu diingat karena santan bisa pecah, Anda harus terus mengaduknya hingga mendidih.

Ketika santan sudah mendidih, perlahan-lahan masukkan bumbu yang sudah dihaluskan sambil tetap diaduk selama kurang lebih setengah jam.

Saat permukaan santan sudah tampak berminyak, masukkan potongan daging yang sudah dibersihkan. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga santan mengental dan bumbu meresap.

Kunci penting dalam memasak rendang adalah bagaimana mengaduknya. Sebelum daging dimasukkan, Anda harus menjaga santan agar tidak pecah.

Setelah daging masuk, Anda harus menjaga agar bagian dasar wajan tidak gosong, namun di sisi lain Anda juga tidak boleh mengaduk terlalu sering karena daging bisa hancur dan rendang akan gagal

Tips Memasak Rendang yang Enak

Memasak rendang memang susah-susah gampang dan bukan sekadar mencontek resep yang ada di internet saja tidak menjamin rendang yang kita masak akan sama lezatnya dengan rendang di restoran Padang. Ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk memasak rendang.

  1. Pilih Daging yang Tepat

Karena dimasak dalam waktu yang lama, sangat penting untuk memastikan daging sapi yang diolah menjadi rendang dan tidak mudah hancur saat memilih bagian yang padat seperti paha luar. Selain keras, daging paha juga mengandung sedikit lemak.

Hindari menggunakan daging dengan tekstur lunak seperti tenderloin karena mudah hancur saat dimasak terlalu lama hal yang tak kalah penting adalah memastikan kesegaran daging yang akan dimasak. Daging segar biasanya memiliki rona warna merah terang. Jangan memotong daging terlalu kecil karena saat dimasak, ukurannya akan menciut karena kadar airnya hilang. Iris daging agak miring mengikuti seratnya.

  1. Perhatikan Proses Pengolahannya

Selain kesegaran daging, bumbu yang digunakan sangat menentukan hasil akhir racikan rendang Anda dan untuk menjaga cita rasa serta kesegaran bumbu, Anda disarankan untuk menggilingnya dengan tangan. Tapi jika dirasa kurang efisien, dengan menghaluskan bumbu dengan blender juga tidak ada salahnya.

  1. Perhatikan Takaran Santannya

Untuk mendapatkan tekstur serta rasa rendang yang pas, menakar santan adalah kunci terpenting. Jika santan kurang, rendang akan terasa kurang lemak dan bumbunya akan encer atau terlalu sedikit.

Perbandingan daging dengan santan yang umum digunakan adalah 1:3 artinya untuk 1 kilogram daging, Anda juga memerlukan santan kental dari 3 butir kelapa. Untuk membuat rendang pedas membutuhkan 1 kilogram dag dan kurang lebih 250 gram cabai dan santan kental yang diambuil dari 4 butir kelapa.

  1. Perhatikan Api yang Digunakan untuk Memasak

Rendang yang lezat ialah rendang yang dagingnya empuk, mudah digigit dengan bumbu yang meresap hingga ke sera Anda bisa mendapatkan rasa rendang seperti itu dengan menggunakan api kecil. Untuk rendang basah, waktu untuj memasak yang harus diperlukan kurang lebih 4 jam sementara itu rendang kering biasanya akan selesai dimasak dalam waktu sekitar 5-6 jam.

  1. Perhatikan Cara Mengaduk Rendangnya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memasak rendang memang harus mengandalkan teknik mengaduk dan bukan sembarang mengaduk, rendang tidak boleh diaduk terlalu sering tapi juga tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Ketika daging sudah dimasukkan, rendang tidak boleh diaduk terlalu sering karena potongannya bisa pecah dan Anda harus memastikan bagian dasar wajan tidak lengket dengan cara mengaduknya secara perlahan-lahan.

Baca juga: 6 Tips Membuka Cabang Usaha Baru bagi Pengusaha

4 Tips Bisnis Rendang Rumahan

Jika Anda tertarik berbisnis makanan rumahan namun belum memiliki ide jenis makanan yang ingin dijual, rendang bisa menjadi pilihan ada beberapa alasan kenapa menjual rendang memiliki peluang yang menjanjikan.

Pertama, rendang ialah makanan yang sangat disukai semua orang dan kepopulerannya sudah menjadi bukti bahwa rendang sangat cocok untuk lidah masyarakat lokal tapi juga mancanegara.

Kedua, rendang adalah salah satu jenis makanan yang tahan lama meskipun tidak dimasak dengan menggunakan pengawet alasan ini juga yang membuat masyarakat Sumatera Barat mengirimkan bantuan berupa rendang ke daerah terdampak bencana seperti gempa bumi Lombok, tsunami Sulawesi 2018 hingga tsunami Selat Sunda. Selain itu, untuk kandungan gizi rendang juga tinggi karena daging dan aneka rempah yang digunakan untuk meraciknya.

Ketiga, Anda tidak harus punya rumah makan Padang untuk berjualan rendang ada banyak orang yang sduah berhasil dan sukses dengan bisnis makanan rumahan rendang ini bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda untuk memulai usaha dari rumah.

Ada beberapa tips bagi Anda yang ingin memulai usaha rendang rumahan:

  1. Mulailah dengan Produksi Kecil

Banyak bisnis rumahan memulai langkah dari berjualan dalam jumlah kecil untuk langkah awal, coba tawarkan rendang racikan Anda ke tetangga, keluarga atau rekan sejawat. Ketika responnya dirasa cukup baik, Anda bisa mulai menawarkannya secara online atau mungkin beriklan.

  1. Buat Nama dan Packagingyang Menarik

Ada banyak jenis makanan yang terdengar biasa namun berhasil dijual dengan nilai tinggi karena nama dan kemasannya menarik. Sebut saja keripik pedas Maicih atau Makaroni Ngehe tanpa embel-embel nama yang catchy, rasanya sedikit sulit membedakan produk-produk ini dengan kompetitornya.

Hal yang sama bisa Anda lakukan dengan rendang Anda buat merek yang menarik dengan kemasan kedap udara yang berkualitas dan tambahkan logo ciamik untuk memberikan kesan profesional dalam produk Anda. Ini merupakan langkah awal menarik minat calon konsumen.

  1. Jangan Abaikan Perizinan

Bisnis apapun termasuk usaha rendang rumahan memerlukan izin dari dinas terkait ini untuk memastikan produk yang Anda jual sudah sesuai standar baik dari segi kesehatan maupun kehalalannya dan pastikan Anda memenuhi kelengkapan dokumen yang harus diperlukan untuk menjalankan bisnis rendang.

  1. Jangan Berhenti Berinovasi

Selain membuat rendang dalam kemasan yang beragam dengan desain packaging yang menarik, cobalah untuk berkreasi dengan bahan baku alih-alih hanya menggunakan daging sapi, Anda bisa bereksperimen dengan daging ayam, bebek hingga jengkol. Variasi ini tentu akan membuat pelanggan Anda merasa senang.

Baca juga: 7 Tips yang Perlu Diketahui Sebelum Membangun Perusahaan Sendiri 

Modal Bisnis Rendang Rumahan

Selain resep rendang yang sedap, Anda memerlukan modal untuk memulai bisnis rumahan ini dan berdasarkan pengalaman dari beberapa pengusaha makanan home made, mereka biasanya menghabiskan kisaran dana Rp1.000.000-Rp5.000.000. Untuk lebih detailnya, simak simulasinya berikut ini!

Modal Awal

Etalase Rp2.000.000
Peralatan masak Rp1.500.000
Kompor dan tabung gas Rp500.000
Dana lain-lain Rp500.000
Total Rp4.500.000

 

Biaya Operasional Bulanan

Gaji karyawan Rp1.000.000
Listrik dan air Rp200.000
Daging dan bumbu Rp8.400.000
Total Rp9.600.000

 

Perkiraan Keuntungan

Jika Anda berhasil menjual 22 porsi per hari selama 24 hari (asumsi hari produktif dengan jumlah produksi 1 kilogram per hari) dengan harga per porsi Rp25.000, maka pendapatan harian yang akan didapatkan adalah:

22 porsi x Rp25.000 x 24 hari = Rp13.200.000

Dengan begitu keuntungan bersih yang akan didapatkan dalam sebulan adalah:

Rp13.200.000 – Rp9.600.000 = Rp3.600.000

Cukup menggiurkan, bukan? Jika Anda sudah menambah jumlah produksi, keuntungan yang akan anda dapat tentu akan berlipat dan Anda tinggal mengalikannya saja dengan jumlah (dalam kilogram) rendang yang diproduksi.

Untuk langkah awal, produksi rendang di rumah untuk dijual secara online atau dititipkan ke toko-toko banyak menjadi pilihan ini karena modal yang dikeluarkan tidak begitu banyak. Namun, jika Anda berniat untuk menjual rendang dengan menyediakan layanan dine-in, Anda mungkin akan memerlukan biaya tambahan termasuk penyewaan gedung, penyediaan kursi, meja dan peralatan makan hingga gaji pramusaji.

Baca juga: 3 Tips Memilih Supplier untuk Membangun Bisnis Kuliner Anda

Contoh Sukses Pengusaha Rendang Rumahan

Bisnis rendang rumahan yang sudah lama dijalankan dan sudah banyak pengusaha kuliner di tanah air karena daya tahannya, rendang merupakan salah satu produk makanan yang bisa dengan mudah diperdagangkan. Bahkan secara online.

Rendang Uni Farah adalah salah satu contohnya usaha rendang rumahan ini dirintis oleh Retno Andam Sari pertama kali pada tahun 2004. Pada saat itu, dia menjual rendangnya dalam stoples untuk dijadikan santapan saat Lebaran keunikan konsep yang ditawarkan Retno ternyata menarik minat konsumen apalagi Retno selalu menjaga racikan rendangnya sesuai dengan resep asli tanah Minang dan sejak saat itu, pesanan musiman mulai datang kepadanya setiap Ramadan tiba.

Di tahun kedua, Retno mulai berpikir bagaimana cara mengemas rendang yang produksinya dengan lebih aman dan mudah dibawa lantas dia menggunakan kemasan vakum yang menjadi cikal bakal produk rendang online yang kini populer ke seluruh nusantara itu.

Kisah sukses yang sama juga dirasakan oleh Margaretha Chrisna Sari dengan Rendang Den Lapeh miliknya dan bisnis ini dimulai oleh Margaretha karena dia sadar masyarakat Indonesia paling suka pada dua hal: rendang yang enak serta sesuatu yang praktis.

Berbekal keyakinan, lantas dia meracik rendangnya dengan aneka bahan baku yang berkualitas dan tanpa bahan pengawet untuk pilihan bahan baku yang perlu dan perlu disiapkan oleh Margaretha pun beragam mulai dari daging sapi, paru, ayam kampung hingga jengkol. Variannya pun ada berbagai ragam ada rendang basah, rendang kering dan rendang suwir.

Rasa memang memegang peranan penting, namun bagaimana cara Margaretha mengemas produknya perlu dicontoh setelah memasukkan rendang dalam kemasan vakum plastik food grade, dia melapisnya lagi dengan kotak yang didesain sedemikian rupa. Dibantu 3 orang pegawainya, Margaretha menjalankan bisnis ini dari rumahnya di Depok, Jawa Barat.

Bisnis kuliner yang banyak digeluti artis tidak membuat rendang kehilangan panggung dan popularitasnya juga dimanfaatkan dengan baik oleh artis Meisya Siregar. Diberi nama Rendang Nantulang, karena bisnis tersebut konon sekarang mampu mendatangkan omzet hingga ratusan juta per bulan bagi istri Bebi Romeo itu.

Rendang kemasan itu pertama kali diproduksi oleh Meisya pada tahun 2013 selain dari variasi bahan baku mulai ayam, telur, udang hingga paru, Rendang Nantulang juga memiliki level pedas yang berbeda-beda. Ada 3 tingkat kepedasan yang bisa dipilih oleh konsumen yaitu Level 1 (tidak pedas), Level 2 (agak pedas) dan Level 3 (pedas) berbeda dengan Rendang Den Lapeh, Rendang Nantulang dibungkus dengan lapisan plastik berwarna perak yang ditempeli stiker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here