PROPERTI : Rumah Subsidi Harga Terjangkau, Pangsa Pasar Luas

UKM BERDAYA – Pembangunan rumah subsidi masih memiliki pangsa pasar menggiurkan di tengah perkembangan penjualan properti yang masih lesu. Terjangkaunya harga rumah ini memang membuat peminat tak pernah sepi.

“Peminatnya masih tinggi. Lebih tinggi dari ketersediaan,” terang Harrys Mahboby, sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Perwakilan Kediri. Menurut Harrys, pangsa pasar rumah subdisi ini memang masih sangat luas. Bahkan, berapapun jumlah unit rumah yang disediakan pengembang selalu ludes.

Saat ini, data yang dimiliki REI perwakilan Kediri, dari sekitar 30 pengembang yang tergabung dalam REI, setidaknya telah menyediakan 5 ribu unit rumah subsidi. Dari angka tersebut, ternyata peminatnya masih tinggi. “Masih banyak permintaan yang belum terpenuhi,” terangnya.

Diakui Harrys, pengembang yang tergabung dalam REI memang sebagian besar membangun rumah komersil. Tetapi, terkait dukungan terhadap pemerintah yang memiliki program sejuta rumah subsidi, maka pihaknya juga ikut berkontribusi. “Ini (pembangunan rumah subsidi) memang menjadi bentuk kepedulian d ari kami,” tuturnya. Meski sebenarnya, dari hitung-hitungan keuntungan, pengembang memang lebih menyukai membangun perumahan komersil.

Untuk diketahui, rumah subsidi merupakan penawaran rumah terjangkau untuk masyarakat yang belum memiliki rumah. Penawaran melalui kredit perumahan rakyat (KPR). Untuk tahun lalu, harga rumah dipatok sebesar Rp 130 juta untuk rumah minimalis dengan tipe 34 dan 36. Memiliki rumah subsidi ini memang menggiurkan. Sebab, cicilannya sangat murah dan flat karena disubsidi pemerintah. Yaitu di kisaran Rp 900 ribuan selama 15 tahun.

PROPERTI : Rumah Subsidi Harga Terjangkau, Pangsa Pasar Luas
salah satu perumahan subsidi yang laris pada tahun ini

Karena banyak keuntungan inilah, persyaratan untuk memiliki rumah yang terjangkau ini pun cukup ketat. Salah satu syarat utamanya adalah yang bersangkutan tidak pernah mengajukan KPR untuk rumah subsidi. “Kalau memang belum pernah, masih bisa mengajukan KPR,” jelasnya.

Yang menarik, selain peminat dari masyarakat yang memang belum memiliki rumah, peluang pemasaran rumah murah ini juga menyasar mereka yang memiliki minat untuk investasi. “Jumlahnya sekitar 20 persen,” terangnya. Untuk peminat yang satu ini, terang Harrys, mereka harus membeli dalam bentuk tunai. Biasanya, rumah tersebut dibeli dan selanjutnya disewakan.

Baca juga : Pentingnya Miliki Website Sendiri Untuk Jualan Onlinemu

Pastikan Legalitasnya

Meski sangat terjangkau dan banyak penawaran, Sekretaris REI Perwakilan Kediri Harrys Mahboby meminta masyarakat berhati-hati memilih developer. “Pastikan legalitasnya,” tegasnya. Harrys meminta masyarakat yang berminat memiliki rumah harus mengecek legalitas dari developer itu. Apakah sudah berpengalaman atau tidak, masih perusahaan pribadi atau sudah perseroan terbatas (PT).

Selain itu, juga harus mengecek izin yang dimiliki pengembang. Seperti izin prinsip perumahan, dan izin lokasi. Jangan lupa mengecek legalitas sertifikat, apakah masih proses atau sudah atas nama pengembang. “Khawatirnya, kalau sudah jual, ternyata pengembang tidak siap,” tuturnya.

Terakhir adalah melakukan peninjauan lokasi. Memastikan apakah lokasi perumahan sudah sesuai dengan keinginan. Selain itu, juga bertujuan memastikan spesifikasi rumah sudah sesuai dengan yang ditawarkan. “Akan lebih baik langsung meninjau lokasi dan mengecek fisik untuk memastikan kualitas bangunan memang sesuai keinginan,” tegasnya.

Baca Juga : Jasa Renovasi Rumah

Cara mudah lainnya adalah memastikan pengembang rumah yang kita minati tersebut melalui bank KPR yang kita inginkan. Selain itu juga bisa dilakukan dengan mengecek website REI yaitu www. rei.or.id. Nantinya, dari website tersebut, juga bisa dicek legalitas dari pengembang. “Lebih gampang dan mudah, cukup cek dari ponsel,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here