Pekarangan Rumah Jadi Pundi Rupiah

UKMBERDAYA.COM – Masyarakat Dusun Jombangan, Tertek, Pare mampu memanfaatkan pekarangan rumah mereka menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Digunakan untuk menanam bermacam sayuran di polybag, raup keuntungan setiap hari.

Suasana asri terasa saat melintas di Jalan Strawberi Dusun Jombangan, Tertek. Berbagai macam sayuran tersusun rapi di setiap pekarangan warga. Seolah tak ada space kosong, sayuran itu ditanam pada polybag ditaruh di sejumlah sudut depan rumah. Mulai dari cabai, sawi, tomat, bawang merah dan lain sebagainnya.

Hanya bermodal ketelatenan untuk merawat tanaman tersebut, warga di sana mampu meraup untung dari budidaya itu. Memang budidaya di lingkungan tersebut adalah kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang merupakan program pemerintah beberapa tahun lalu.

Penjabat (Pj) Sekretaris Desa Tertek Agus Nanang menyampaikan, KRPL tersebut berawal dari program pemerintah dan mampu dikembangkan oleh warga lingkungan Dusun Jombangan. Menurutnya, selain membuat pekarangan semakin asri, juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Selama ini juga menjadi income (pemasukan) masyarakat. Dan sudah diambil swalayan di Pare,” katanya.

Memang saat ini masih dalam lingkup satu RT yang aktif. Namun sebagian RT lain di sana sudah mulai memanfaatkan pekarangannya menjadi KRPL. Sebab, banyak yang menilai keuntungan dari menanam sayur sendiri di pekarangan lumayan.

Baca juga : Serunya Wahana Wisata Kampung Tebu Djengkol Kediri

“Masih di 1 RT namun kedepan akan kita kembangkan lagi. Sekitar balai desa. Dalam minggu ini akan digalakkan,” imbuhnya.

KRPL yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa (Pemdes). Selama ini desa sudah mengucurkan anggaran untuk pembuatan tower air sebagai sarana irigasi di lingkungan tersebut. Bahkan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) juga telah membuatkan rumah bibit sebagai pusat penyuplai bibit untukpuluhan  rumah tangga di sana.

“Yang ditanam adalah sayuran organik alias tanpa pestisida. Dan sudah dipasarkan ke dua swalayan yang ada di Pare,” jelasnya. Dengan program ini warga pun terlihat antusias untuk berlomba menanam sayuran di pekarangan mereka. Seperti halnya Ismiati, dia juga aktif menanam sayuran di depan dan samping rumah. Menurutnya, selain menguntungkan karena bisa dijual, sehari-hari jika butuh sayuran tidak perlu pergi ke pasar. “Kami sudah merasakan manfaatnya. Warga antusias mengelola sendiri tanamannya, ada yang dikonsumsi pribadi, sebagian juga dijual. Ini lebih aman karena tanpa pestisida,” ucap Ismiati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here