UKM BERDAYA – Permintaan gula pasir meningkat, berdampak pada harga jualnya di pasar tradisional Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Diketahui harga jual sebelumnya di Rp 9.500 per kilogram, lalu meningkat  jadi Rp 10 ribu hingga Rp 10.500 perkilogramnya.

Kenaikan harga bahan makanan tersebut dijelaskan Ridwan Indrajid, salah satu pemilik toko peracangan di pasar tradisional Setonobetek. “Gula pasir harganya naik, dari pemasoknya sudah naik,” ungkapnya.

 Kenaikan harga terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama hingga satu bulan. Harga gula pasir diakui stabil di angka Rp 9.500 perkilogramnya, lalu naik harga menjadi Rp 10 ribu perkilogramnya setelah satu bulan. Dan kemarin (20/1) diketahui harga gula pasir perkilogramnya sudah naik lagi senilai Rp 500 menjadi Rp10.500 perkilogramnya. Untuk ketersediaan gula pasir diakuinya masih stabil walaupun tidak melimpah, namun permintaan gula pasir meningkat.

Mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga, keperluan berdagang makanan minuman hingga hajatan. Gula kiloan yang dikemas dengan plastik ini juga lebih dilirik konsumen daripada gula dalam kemasan. Selain harganya lebih murah,kualitas rasa manisnya cenderung sama. “kalau kemasan menang difisiknya lebih bersih,” tuturnya.

“Sudah mulai jarang yang beli gula setengah kilo, rata-rata satu sampai dua kilo. Kalau hajatan ya beli lima kilo gula,” tambahnya sambil mengemas gula pasir. Ia juga menceritakan bila sebagian besar pedagang tidak menakar gula pasir pas satu kilogram, sehingga wajar bila menjual dibawah harga jualnya. Kenaikan harga gula pasir ini diakuinya tetap mendapatkan keluhan dari konsumen. Indra tetap menjelaskanbila kenaikan harga berasal sejak dari pemasok gula pasir. Tidak hanya di pasar tradisional Kota Kediri, harga gula pasir di toko pracangan di Kabupaten juga sama Rp 10.500 per kilogramnya. Hal ini dikonfirmasi Meta Sonya, pemilik toko pracangan Desa Jagung, Pagu. “Gula sekarang harganya Rp 10.500 perkilogramnya,” terangnya. Ia akui bila kesadaran pedagang makanan dan minuman meningat sehingga yang tadinya menggunakan pemanis buatan beralih ke gula pasir.

Baca juga: Menkop UKM: Rasio Kewirausahaan Indonesia Naik Dalam Empat Tahun Terakhir

Baca juga: Optimalkan Teknologi, SociaBuzz Support Pengembangan Ekonomi Kreatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here