“Saya tidak ingin bergantung, ingin bisa memberi”

UKM BERDAYA – Nenek ini memilih tetap berjualan di usia senjanya. Tak ingin berpangku tangan mengharap pemberian orang lain. Berkulit kuning langsat. Mengenakan jarit bermotif parang rusak. Dipadukan dengan atasan apapun. Dengan rambut memutihnya yang digelung. Begitulah sosok Mbah Juminem sehari-hari. Nenek tua penjual jajanan tradisional, onde-onde.

“Sayang…onde-ondenya sayang, ayo ayo…tanggal muda,” suara Jaminem meluncur di tengah keriuhan Jalan Dhoho siang itu. Menawarkan dagangannya. Mbah Nem dengan lincahnya menawarkan dagangan yang ia gelar. Tak melulu menggendongnya sambil keliling. Mbah Nem juga sering menggelar lapak onde-ondenya di beberapa taman di Kota Kediri. Seperti di Taman Brantas.

“Umurku 94 tahun. Isih enom to (masih muda kan, Red)?” jelasnya sembari menghitung uang hasil penjualannya siang itu.
Soal usia itu menjadi hal yang paling sering ditanyakan oleh konsumennya. Apalagi bila mengetahui bila kaki-kaki tuanya itu tak menghalangi untuk berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya. Sekadar untuk menjajakan onde-onde.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here