Manfaatkan Teknologi E-commerce Putus Rantai Perdagangan Tingkat Petani

UKMBERDAYA.COM – Pemanfaatan teknologi digital memang sangat diperlukan dalam pengembangan sejumlah sektor. Salah satunya adalah sektor pertanian. Sebab, saat ini penggunaan teknologi
e-commerce dianggap mampu meningkatkan hasil dan daya saing para petani serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Seperti disampaikan Febrizal Efendi, dari Kadin Pusat sekaligus pelaku e-commerce regopantes.com. Dia menilai bahwa potensi besar pertanian yang ada di Kediri ini harus bisa dimanfaatkan maksimal. “Saya melihatnya potensi pertanian di Kediri ini besar sekali. Namun belum ada pemetaan terkait potensi tersebut,” katanya kemarin.

Karena itulah perlu adanya pemetaan potensi pertanian di sini. Menurutnya, selain e-commerce juga data-data sehingga harus dilakukan pemetaan. Pemetaannya dilakukan dua sisi. Yaitu sisi produksi, mulai dari petani, serta umkm dan sisi sebelahnya yakni  pasar.

“Tinggal bagaimana sekarang kita mendorong untuk mengembangkan ke arah sana. Saya apresiasi sekali teman-teman di Kediri ini. Saya berharap minimal se-Kediri Raya minimal produknya Kediri bisa dikenal bagi masyarakatnya,” imbuhnya.

Dia juga mengajak masyarakat Kediri Raya dan sekitarnya. Bahwa era digital ini tidak perlu ditakuti. Di mana masyarakat harus bersiap, dengan menggunakan device yakni smartphone sebagai alat kegiatan positif yang berdampak pada diri sendiri.

“Termasuk di kalangan petani. Karena selama ini, jika petani diberikan angka digital atau data hub, mereka akan bisa menginput data dan menilai potensi pertanian yang digarapnya. Seperti hasil, jenis tanah, dan kesesuaian dalam budidaya,” jelasnya.

Misal saat petani tanpa memanfaatkan teknologi, itu hasilnya sekian, selanjutnya dengan adanya teknologi, makan bisa ditingkatkan hasilnya. Pemanfaatan teknologi ini pun mendasari dibentuknya Rumah Literasi Kediri Raya yang diresmikan kemarin di Universitas Islam Kadiri (Uniska).

Ketua Rumah Literasi Kediri Raya Trisulo mengungkapkan, tujuan dibentuknya rumah literasi ini adalah untuk mewadahi pelaku UMKM. Mereka intinya akan dibina menjadi lebih baik dan sejahtera dengan keilmuan yang didapatkan dari rumah literasi tersebut.

“Jadi intinya di rumah literasi ini kita belajar dari buku-buku sumber ilmu di luar sana yang mungkin selama ini belum disentuh,” sebutnya.

Terutama untuk UMKM, sebab di era perdagangan global, UMKM yang menggunakan teknologi berbasis online dan marketplace ini masih sangat minim sekali. “Sehingga kita mendatangkan pakar-pakar yang diharapkan terlahir program-program UMKM dari Kediri yang bisa dikenal secara luas hingga tingkat nasional,” imbuhnya.

Menurut Trisulo, pada prinsipnya hampir semua produk Bisni UKM di sini adalah berasal dari produk pertanian. Dan pertanian di Kediri sangat bervariasi dan luas. Potensinya pun juga tinggi.

Baca Juga : Dari Pelatihan Jadi UMKM Andalan Desa

“Harapan kita ini nanti dengan memanfaatkan teknologi digital akan terputus rantai perdagangan yang selama ini terkenal panjang. Dan itu cukup merugikan petani, sebab selama ini harga jual selalu rendah jika harus melalui tengkulak-tengkulak,” tambahnya. Sehingga, dengan memanfaatkan teknologi e-commerce, petani tidak perlu ke tengkulak lagi. Mereka bisa langsung kepada konsumen. Dan itulah yang diharapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here