Mahasiswa Yang Sukses Dengan Rumah Ori Jogja

0
112

Yogyakarta sampai kini diketahui menjadi kota pelajar atau pendidikan. Jumlahnya instansi pendidikan terutamanya kampus yang berdiri disana diindikasikan jadi latar belakang terdapatnya julukan itu. Beberapa ribu orang dari beberapa daerah tiap-tiap tahunnya bersama-sama merebutkan tempat di beberapa universitas negeri ataupun swasta yang menyebar di beberapa lokasi di Yogyakarta.

Jumlahnya pelajar yang menuntut pengetahuan di Jogja diimbangi juga dengan lahirnya pemuda-pemuda kreatif yang manfaatkan keadaan itu untuk meningkatkan usaha. Jauh dari keluarga, uang jajan pas-pasan, cost kos tinggi, dan harga buku yang mahal jadi beberapa fakta beberapa pelajar/ mahasiswa di Jogja banyak yang membangun usaha.

Nah, beberapa waktu lalu team liputanUKM sukses wawancarai salah seseorang mahasiswa yang sukses dengan narasi usaha serta kuliahnya. Muh. Imam Bukhori (23) namanya, anak muda yang biasa di panggil Ori itu sukses meningkatkan warung makan yang beromzet beberapa puluh juta Rupiah per bulannya.

Mengawali Usaha Semenjak Semester 3

Ori-Owner Rumah Ori Jogja

Succes story Ori menjadi entrepreneur muda diawali saat dianya masih tetap duduk pada bangku semester 3 di Kampus Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Awal mulanya, Ori telah mengawali penjelajahan bisnisnya dengan jadi pedagang keliling di seputaran kampusnya. Akan tetapi, pada semester 3 itu Ori mendapatkan peristiwa mengenalkan upayanya di muka umum. Peristiwa itu hadir saat kampusnya tengah mengadakan ospek serta mengadakan dialog bertopik pengusaha. Ori jadi salah seseorang mahasiswa yang dipilih untuk naik ke panggung serta share mengenai dunia usaha yang ditekuninya.

“Momentum yang mustahil saya lupa, September 2013 saya dapat mengenalkan Rumah Ori (brand upayanya) di muka mahasiswa UMY sejumlah beberapa ribu, bahkan juga saat itu didatangi langung Bapak Jusuf Kalla, dari situlah usaha saya mulai banyak diketahui kelompok mahasiswa universitas,” tutur Ori pada team liputanUKM. Momen mengenalkan usaha di muka mahasiswa yang notabene jadi tujuan pasar upayanya jadi langkah maju buat Ori. Dari situlah warung makan yang dibukanya mulai diketahui serta diserang pada mahasiswa seputaran universitas UMY.

Baca Pun: Beberapa kiat Tepat Mengendalikan Keuangan Waktu Menganggur
Jual Menu Masakan Simpel

Masakan Rumah Ori Jogja
Ketan susu, cililopo, serta krupuk rambak ialah produk pertama yang sukses di pasarkan oleh Rumah Ori. Bukan tiada masalah, di awalnya meningkatkan Rumah Ori dianya seringkali membagi-bagikan hasil jualannya pada teman-temanya saat tidak laris. “Jualan pertama dari 15 yang laris hanya 3, bekasnya saya kasih ke rekan itung-itung menjadi tester. Dari sana yang semula tidak paham (produknya) sebab diberi pada akhirnya banyak yang tahu,” kenang mahasiswa jurusan HI itu.

Untuk sekarang ini Rumah Ori konsentrasi pada produksi makanan seperti nasi box, tumpeng, ramesan, menu paket seperti sarang, kimbo, dan ceker ayam. Bermacam type masakan itu di jual di harga Rp.1.500,00 s/d Rp.16.000,00/ porsinya. Harga yang cukuplah dapat dijangkau untuk kelompok mahasiswa, hingga lumrah bila Rumah Ori jadi salah satunya warung jujukan untuk mencari makan.

Membuat ide-ide baru untuk mendukung upayanya tentunya jadi salah satunya yang disediakan oleh pria sulung ini. Diantaranya dengan membuat proyek menu istimewa day tombo kangen dengan menu istimewa ketan susu serta beberapa makanan legenda Rumah Ori yang lain. Diluar itu Ori pun tengah mempersiapkan proyek penjualan tempe kering untuk wilayah-wilayah luar DIY. Untuk pemasarannya sendiri menu Rumah Ori bisa dibuka lewat beberapa media sosial seperti Line Official, IG, Facebook, dan lewat aplikasi Gojek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here