Madu Hutan Asli Kalimantan, Produk Desa yang Melimpah di Muara Samu

0
161

Ukmberdaya.com – Mungkin Anda pernah mendengar sebuah cerita mengenai madu yang dipetik langsung dari sarang lebah pada dahan-dahan pohon yang memiliki ketinggian 40 meter di tengah hutan belatara Kalimantan? Madu Hutan Asli Kalimantan, Produk Desa yang Melimpah di Muara Samu

 

Jika Anda pernah mendengar cerita tersebut maka itu merupakan kisah para warga desa yang berada Kecamatan Muara Samu, Kab Paser, Kalimantan. Cerita ini memang sangat menarik yang dimana wilayahnya merupakan daerah penghasil madu hutan.

Madu merupakan salah satu produk desa nan melimpah yang dimiliki oleh desa-desa di kecamatan ini. Perlu Anda ketahui warga sembilan desa yang berada di dalam kecamatan ini hanya dalam kurun waktu satu tahun mampu memanen hingga mencapai 10 ton madu.

Kecamatan Muara Samu terkenal akan madu hutannya yang sudah terjamin keasliannya. Ada tiga desa yang berada di Kecamatan Muara Samu yang kebanyakan warganya masih bingung mencari penghidupan dari memanen madu hutan Kalimantan, yakni Desa Tanjung Pinang, Desa Rantau Atas, dan Desa Muara Andeh.Madu Hutan Asli Kalimantan, Produk Desa yang Melimpah di Muara Samu

Kisaran harga madu yang ditawarkan oleh para pemanen madu ini pun cukup murah. Untuk bisa mendapatkan madu hutan dengan kualitas asli sekaran ini, memang dibutuhkan ketelitian serta perjuangan.

Khusus untuk di desa Murau Andeh, per kilogram madu hutan biasanya dijual dengan harga Rp 70  ribu. Dana hampir semua warga yang berada di dusun ini menjual madu hutan Kalimantan. Apabila potensi alam ini bisa dikelola dengan baik maka sudah pasti potensi madu hutan yang berada di Kecamatan Muara Samu ini bisa menjadi peluang investasi yang paling menjanjikan.

Madu hutan Kalimantan tersebut dipanen secara langsung dari sarang lebah yang bertempelan pada dahan pohon-pohon besar dengan seukuran rentang tangan 4 tangan orang dewasa. Bahkan untuk ukuran sarangnya juga sangat besar, bahkan bisa jauh lebih besar dari postur tubuh orang dewasa sekalipun.

Warga desa desa yang tinggal di dekat hutan setempat biasanya memanjat pohon-pohon dengan menggunakan pasak kayu yang telah ditancapkan sebagai tangga. Mereka biasanya menghabiskan waktu untuk mencari madu sampai menjelang malam. Sembari bertaruh nyawa mereka terus-menerus memeras cairan kental yang penuh dengan khasiat itu dan kemudian membawa pulang hingga berkilo-kilo madu dalam satu kali panen.

Namun yang menjadi masalah, sampai sekarang ini produk desa yang sangat melimpah ini masih belum mendapatkan pasar yang cukup memadai. Kekayaan produk desa ini sangat jarang dijumpai di wilayah baru bergabung di daerah-daerah sekitar kebupaten mereka.

Hal itulah yang pada akhirnya membuat para petani menjual hasil panen madunya dengan harga yang bisa dibilang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasar madu pada umumnya. Padahal madu sendiri merupakan salah satu komoditas yang benar-benr dibutuhkan oleh pasar. Ini karena madu memang memberikan khasiat yang sangat luar biasa untuk kesehatan manusia.

Seorang pendamping desa di Kecamatan Paser yaitu Yoga Prasetyadi yang telah berjuang lama untuk mengembangkan perekonomian desa-desa di daerah paser menjelaskan bahwa selama ini kebanyakan petani telah menjual madu mereka dalam bentuk madu murni cerah yang dimana kemasannya masih sangat pas-pasan.

“Bahkan untuk satu kilonya saja hanya dijual Rp 40 ribu saja. Dengan harga yang terbilang sangat murah itupun jumlah panennya sangat banyak sekali, kebanyakan para petani pun tidak mampu lagi untuk menjual madu yang dimilikinya sampai habis bahkan hingga menjelang panen yang berikutnya”, katanya.

Lebih parahnya lagi jalur transportasi di sekitar wilayah ini masih sangat sulit. Hal ini karena sebagian jalannya masih berupa tanah dan juga sangat terbatasny akses informasi masyarakat membuat potensi alam yang sangat melimpah masih belum bisa tergarap dengan baik.

Namun untuk masalah yang satu ini tidak perlu dikhawatirkan lagi. “Sekarang ini sudah banyak sekali kelompok-kelompok anak muda yang mulai berbondong-bondong dalam membangun pemasaran agar bisa mendapatkan jalur-jalur pengembangan potensi madu alam kami,” kata Yoga.

Mantan Kepala Desa Muser yaitu Untung Sudarsah yang dimana kepengurusannya baru saja berakhir mengatakan bahwa potensi dalam mengembangkan madu Muarasamu lumayan besar. Hal ini karena selama ini madu yang berasal daerah ini dianggap madu yang memiliki kualitas paling baik diantara desa-desa dan juga kecamatan penghasil madu hutan lainnya di kabupaten ini.

“Untuk daerah lokal sampai Kota Balikpapan, kami sudah lama dikenal mempunyai kualitas madu yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainya. Namun karena hampir semua desa mampu menghasilkan madu, maka untuk pasar yang terbatas sudah pasti tidak mampu menyerap hasil panen kami secara keseluruhan. Padahal seperti yang kita tahu bersama bahwa warga desa kami harus selalu bertaruh nyawa demi untuk bisa mendapatkan madu alam dari hutan ini,”. Kata Untung Sudarsa pada Berdesa.com.

Tetapi untuk sekarang ini berbagai upaya membuka pasar yang lebih luas lagi sudah banyak dilakukan. “Saat ini kami sudah mulai untuk membangun pemasaran yang termasuk pemasaran online dengan melalui Usahadesa.com,”katanya. Jalur online merupakan salah satu jalur yang paling efektif untuk menggapai pasar nan luas.

“Di saat yang bersamaan kami telah menjalin kerja sama dengan banyak pihak untuk melakukan quality improvement terhadap produk madu hutan Kalimantan asli yang kami punya supaya mampu menusuk pasar dengan baik,” imbuh Untung.

Tidak hanya madu hutan saja, sebenarnya Kecamatan Muara Semu masih menyimpan banyak sekali potensi alam lainnya. Adapun potensi alam lain yang ada di Kecamatan ini adalah rotan, kopi, dan juga berbagai jenis rempah. Bahkan ada pula tanaman yang paling banyak digemari dan disukai oleh kaum pria yaitu Pasakbumi.

“Namun meskipun banyak potensi alam lainnya kami masih ingin mulai dengan madu dulu. Ini karena jika dikelola dengan baik maka sudah pasti komoditas ini nantinya mampu memberikan kesejahteraan bagi banyak masyarakat di Kecamatan kami yang sekarang ini bertopang hidup sebagai butuh sawit,” kata Untung.

Jika misalnya berhasil dalam memasarkan madu secara luas maka tidak hanya akan berdampak ekonomi saja bagi masyarakat yang ada desa ini. Namun juga akan menjadi berkah bagi kelestarian hutan Kalimantan..

Wilayah ini sebenarnya mempunyai kekayaan alam yang sangat luar biasa dengan hutan-hutan yang ada, salah satunya adalah madu asli yang berasal dari hutan ini. Tetapi jika misalnya ekplorasi hutan terjadi secara terus menerus, sudah pasti kekayaan tersebut lama-kelamaan pasti akan sirna.

“Maka kami ingin limpahan madu hutan Kalimantan ini membuat masyarakat sekitar agar menjadi lebih makmur. Dengan demikian mereka akan menjadi sadar betapa pentingnya dalam menjaga kelestarian hutan serta mulai untuk mengelola madu hutan yang mereka punya dan ini berarti mereka sudah menjaga kelestarian hutan karena madu hutan ini hanya ada pada pohon-pohon raksasa besar di hutan raksasa kami” Kata Untung. (Dji 01).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here