Lestarikan Anyaman Bambu, Dorong Karang Taruna Mengikuti Pelatihan

UKMBERDAYA.COM – Pemerintah Desa Blimbing ingin lestarikan industri anyaman bambu. Meskipun telah tergerus zaman, namun peminat kerajinan ini dinilai masih bisa diandalkan. Di Desa Blimbing ada sekitar 30 pengrajin yang masih menggeluti usaha ini. salah satunya adalah Suraji, Kakek yang telah menggeluti usaha ini sejak usia 25 tahun ini mengaku bahwa dalam satu musim panen padi bisa menjual rinjing sebanyak 150 buah.

Pemasaran rinjing hingga keluar kota, mulai dari Pare, Tulungagung dan Nganjuk. “Biasanya sudah ada pengepul yang mengambil barangnya disini, kadang anak saya yang menjualnya,” ujar kakek tiga cucu itu. Tidak hanya rinjing saja, namun Suraji juga bisa membuat kerajinan anyaman berupa cikrak, kalo dan tampah. Kakek 62 tahun itu menjual rinjingnya dengan harga lima belas ribu rupiah. Untuk satu bulan bisa membuat 50 buah rinjung.

Sementara itu, Suwanto selaku Kepala Desa Blimbing mengaku bangga akan dengan masyarakat desanya yang masih mempertahankan kerajianan anyaman bambu ini. “Saya senang Mas melihat para orang tua masih menjalankan aktivitasnya dengan membuat anyaman,” ujarnya.

Baca juga : Pentingnya Perizinan UMKM, Agar bisa Naik Kelas

Suwanto memiliki rencana untuk mengadakan pelatihan kepada karang taruna untuk belajar membuat anyaman bambu tersebut. Hal ini bertujuan agar ada regenerasi dari para pemuda di desanya. Sehingga industri anyaman yang sudah terkenal itu tidak punah. “Kami berharap para pemuda desa aktif dan bisa meniru orang tuanya, meskipun tidak seratus persen bisa, namun harus tahu tata cara dalam pembuatanya,” ujar Suwanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here