Keren Sektor UMKM Maju Membuat Kediri Jadi Kota Terkaya ke-3 di Indonesia

0
17

 

Luas wilayah Kediri, Jawa Timur memang masih kalah dibandingkan dengan Surabaya. Akan tetapi soal tingkat kekayaan kebalikannya. Surabaya tidak seperti Kediri.

Kediri, Kota kecil yang terdiri dari tiga kecamatan di Jawa Timur. Luas Kota Kediri hanya 63,40 kilometer persegi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kediri pada 2018 mencapai Rp 291,48 juta per kapita. Sedangkan Surabaya hanya Rp 132,48 juta per kapita.

Dari data yang dirilis Badan Pusat Statisik (BPS) hasil survei periode lima tahunan 2014-2018 menempatkan Kediri menjadi Kabupaten/Kota terkaya ke-3 di Indonesia. Sementara itu, Surabaya berada di peringkat ke-16.

Industri tembakau selama ini identik dengan Kota Kediri. Akan tetapi, saat ini di Kediri sektor usaha mikro kecil menengah di Kediri justru menggeliat.

Dari data yang dirilis BPS, jumlah lapangan usaha sekunder di Kota Kediri mencapai lebih dari 80 persen. Paling tinggi di Jawa Timur. Kontribusi sektor usaha sekunder menyumbang pundi-pundi kekayaan Kediri juga bukan pekerjaan instan. Mengingat pada hasil survei periode sebelumnya atau pada 2014 BPS masih menempatkan Kediri di peringkat ke-6 dengan PDRB Rp 242,83 juta per kapita.

Salah satu faktor yang menggerakkan sektor usaha sekunder adalah  program pemberdayaan masyarakat (Prodamas). Program ini memberikan dana Rp 50 juta per RT per tahun yang dimulai sejak Abdullah Abu Bakar menjabat Wali Kota Kediri pada 2014.

Selain bantuan dana prodamas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri juga mengimbanginya dengan mengadakan beragam program pelatihan kewirausahaan dan keterampilan.

Pemerintah Kota Kediri juga aktif dengan membuat banyak kegiatan guna memamerkan produk UMKM. Keberhasilan prodamas dalam menggerakkan ekonomi masyarakat tersebut selanjutnya direspons oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan menaikkan anggarannya menjadi Rp100 juta per RT per tahun mulai 2020 – 2024.

“Wali Kota memberikan kebijakan alokasi anggaran yang naik 100 persen ini untuk mengakomodasi kebutuhan warga. Dari hasil diskusi dan evaluasi, masih banyak kegiatan warga yang berlum ter-cover dari dana prodamas Rp 50 juta sebelumnya,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkot Kediri, Paulus Luhur Budi Prasetya, pada Rabu, 8 Januari 2020, seperti dikutip dari Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here