Kisah Inspiratif Dirut The Legend Water Park Kertosono

UKM BERDAYA – Tidak semua anak muda menyukai dan mau berjuang untuk mengembangkan budaya lokal apalagi budaya tradisional. Saat banyak yang menilai budaya tradisional itu kuno. Namun berbeda dengan M Ardika Argameru, pemuda 27 tahun yang menjadi Direktur Utama The Legend Water Park Kertosono ini.

Ardika menjadi anak muda yang memiliki dedikasi untuk memperjuangkan dan mengembangkan budaya traditional. Salah satu bentuk perjuangannya adalah meresmikan dan mengembangkan Pepijar (Pelestari dan Pecinta Jaranan dan Reog) di Kabupaten Nganjuk.

Kesukaan dan kepeduliannya terhadap budaya tradisional ini sudah ada sejak kecil. Hal ini karena budaya seni sudah mengakar dari keluarganya. Mengikuti jejak ibunya yang mengembangkan wayang orang Sri Wedari di Solo hingga bisa dikenal ke ranah internasional. Ardhika pun juga mulai mengembangkan budaya jaranan di Kabupaten Nganjuk.

Sejak pepijar diresmikan budaya jaranan semakin banyak berkembang terutama di Kabupaten Nganjuk. Bahkan anggotanya kini sudah mencapai 170 group jaranan di Kabupaten Nganjuk yang tergabung dalam Oraganisasi yang di kelolanya. “Seni jaranan merupakan budaya peninggalan leluhur, untuk menjadi bangsa yang besar jangan sampai lupa dengan leluhur kita,” jelas Ardhika saat di temuai di Kantor The legend Water Park Kertosono.

Kisah Inspiratif Dirut The Legend Water Park Kertosono
Gayeng bersama para pemain jaranan di the legend waterpark kertosono

Delapan tahun menjabat sebagai dirut The Legend Water Park Kertosono Ardhika telah mengmbangkan pariwisata di Kabupaten Nganjuk. Selain mengembangkan The Legend Water Park Ketosono dan Pariwisata lainya di Kabupaten Nganjuk. Bahkan dalam waktu dekat Ardhika akan mengembangkan Wisata Kampung Budaya untuk mengenalkan berbagai budaya lokal yag dimiliki oleh kabupaten Nganjuk. “Jika pariwisata dan Budaya bisa berkembang tentu juga akan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi masyarakat hal ini akan mengangkat perekonomian bangsa,” pungkas Ardhika

Baca juga : Masih Kelas 5 SD Miliki Bisnis Dengan Omset 10 Juta Sebulan

Karena pengalamannya di bidang pariwisata ini Ardhika tahu bagaimana mengembangkan budaya traditional dan dikemas dalam pariwisata yang bisa menghibur masyarakat. Dan sejak Pepijar ada budaya jaranan di Nganjuk semakin berkembang karena memiliki wadah sehingga bisa memiliki banyak event. “Mungkin darah seni dan keinginan untuk nguri-nguri budaya traditional ini dari ibu menular ke saya” jelas Ardhika sambil tertawa.

Mengikuti Ibunya dalam mengembangkan budaya, bahkan Ardhika sejak kecil sering meminta untuk dibelikan berbagai peralatan musik tradisional seperti gamelan atau gendang. Kini dia mengembangkan budaya jaranan dan beberapa budaya tradisional lainnya yang dia kemas sesuai pengalamannya mengelola pariwisata di Nganjuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here