Cerita Sukses Budidaya Ikan Koi Di Blitar

0
117

Ukmberdaya.com – Blitar, Jawa Timur adalah salah satu kota penghasil ikan koi terbesar yang ada di Indonesia. Dan disusul beberapa kota lainnya di Jawa Timur seperti Tulungagung dan Kediri, serta dari Jawa Barat yaitu kota Sukabumi. Cerita Sukses Budidaya Ikan Koi Di Blitar

Sebagai salah satu penghasil ikan koi terbesar, Di kota Blitar sendiri sering mengadakan kompetisi tahunan, yang diadakan dalam empat kali penyelenggaraan dalam satu tahunnya. Dan dari beberpa kompetisi tersebut diadakan oleh Blitar Koi Club, yang di ketuai Saiful, yang merupakan seorang petani koi di Desa Kemloko – salah satu pusat pertanian koi di Blitar. Kompetisi ini diadakan setiap bulan Juni dengan hadiah utama yaitu Piala Presiden.

Cerita Sukses Budidaya Ikan Koi Di Blitar

Mengutip Jakarta Post, Kepala Badan Pertanian dan Perikanan Blitar, Adi Andaka, mengatakan ada 2.000 petani koi di Blitar pada 2019 dengan penjualan mencapai puluhan miliar rupiah. Jakarta, Bandung dan Denpasar dikatakan sebagai kota yang membeli ikan koi terbanyak dari Blitar. Adi sendiri menyampaikan bahwa dirinya berencana untuk melakukan ekspor koi ke Negara Jepang. Hal ini tidak mengherankan kaeran hasil dari ikan koi di Blitar sendiri sudah berhasil berpartisipasi dalam sebuah pameran di Jepang dan dirayakan karena warnanya yang berani, begitu yang disampaikan oleh Adi.

Seperti yang kita tahu bahwa ikan koi sendiri merupakan ikan hias yang banyak dikembang biakkan di Jepang sejak awal abad ke 19. Dan dalam bahasa jepang “koi” terdengar hampir sama dengan kata untuk “cinta” atau “kasih sayang”,  maka dari itu di Jepang sendiri menganggap ikan koi merupakan simbol cinta sert akasih sayang.

Ikan koi terkenal sebagai ikan hias yang mudah disukai karena memiliki corak dan warna yang cerah serta indah. Inilah yang menjadi pertimbangan pecinta koi dalam menentukan keindahan ikan koi yaitu dilihat dari warna, kombinasi warna dan polanya. Warna yang paling umum adalah putih, hitam, merah, kuning dan biru.

Banyak perselingan yang dilakukan membuat jenis ikan koi sangat beragam, setidaknya ada 20 jenis ikan koi yang berbeda warna dan corak yang sangat populer saat ini, yaitu Kohaku, yang merupakan ikan dengan dua warna: putih dan merah. Sedangkan jenis lainnya seperti Showa Sanshoku, adalah mereka yang merah, putih dan kebanyakan hitam. Ada juga yang memiliki sisik emas atau abu-abu metalik, yang disebut Kinginrin.

Menurut Saiful, “Pertanian koi seperti menambang emas dan itu butuh waktu,”. Jadi bagi yang berniat untuk menjalankan budidaya ikan koi harus memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk mendapatkan kesuksesannya. Dan dari keuntungan yang usaha pertanian koi dapat menggoda beberapa dari pertanian tradisional.

Dalam menjalankan budidaya ikan koi, setidaknya ada lima fase penyortiran yang berjalan enam bulan pertama. Fase ini akan dimulai saat benih ikan berumur 1 minggu. Saynagnya dari ribuan benih, mungkin hanya 10 persen yang bertahan hingga bulan kelima atau keenam.

Unyuk mendapatkan hasil dari budidaya para petani baru mulai bisa menjual ikan mereka saat memasuki fase keempat, yang dimana ikan koi sudah berusia 5 bulan dengan panjang antara 12 sampai 15 cm. Harga jual ikan koi pun beragam, dan biasanya dibagi menjadi beberapa tingkatakan seperti berikut ini:

  • Ikan koi Grade-A pada (usia 5 bulan) rata – rata akan dihargai Rp25.000 (US$1,81) hingga Rp35.000 per potong.
  • Sedangkan ikan koi berusia 1 tahun, yang bisa tumbuh hingga 35 atau 40 sentimeter, biasanya akan dihargai Rp500.000.
  • Dan ikan koi grade-A dengan panjang 50 sentimeter dijual seharga Rp2,5 juta hingga Rp10 juta.

Meskipun sebagian besar penduduk di Blitar banyak menekuni bidang pertanian padi namun Saiful menyampaikan bahwa sebenarnya pertanian koi dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dibandinkan pertanian padi. “Bertani dengan cara yang benar dengan kolam 1/4-ha, misalnya, menghasilkan pendapatan bulanan di atas upah minimum Blitar,” katanya.

Namun untuk menjalankan budidaya ikan koi juga membutuhkan perhitungan modal yang tepat. Terutama untuk biaya pemeliharaan kolam dan pelet sebagai makanan ikan. Belum lagi harus mengatasi tantangan baru yaitu adanya penyakit ikan serta parasit, dan Saiful berharap pemerintah dapat membantu petani dalam mengatasi masalah ini. Cerita Sukses Budidaya Ikan Koi Di Blitar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here