Budidaya Ikan Nila di Lahan Sempit Dengan Mudah

0
39

UKMBerdaya.Com – Budidaya Ikan Nila di Lahan Sempit Dengan Mudah. Untuk membudidayakan atau ternak ikan nila dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah tentunya dbutuhkan kreaktifitas tinggi saat menerapkannya. Jika bisa anda lakukan dengan baik maka hal ini akan menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Jika anda ingin melakukan budidaya ikan maka media yang dibutuhkan adalah kolam. Mungkin anda akan berpikir bagaimana cara bisa membuat sebuah kolam sebagai media ternak sedangkan lahan yang anda miliki sangat penting.

Sekarang ini kebanyakan orang sudah berlomba-lomba untuk memaksimalkan kondisi yang ada sehingga bisa semakin efektif dalam budidaya. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah kolam budidaya pada lahan yang memiliki ukuran sempit tetapi bisa menghasilkan.
Potensi Budidaya Ikan Nila Sangat Menguntungkan

Selama ini ikan nila banyak dijadikan sebagai ikan konsumsi karena memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dengan beragam manfaat. Selain itu, ternyata ikan nila juga mempunyai poin penting dalam sektor ekonomi untuk dijadikan sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Keuntungan Budidaya Ikan Nila

  • Mempunyai daya tahan yang cukup baik terhadap perubahan lingkungan.
  • Memiliki sifat omnivora dan pertumbuhannya sangat cepat.
  • Berkembang biak dengan cukup cepat.
  • Memiliki ketahanan yang cukup baik dan kebal dari serangan berbagai penyakit dan virus.
  • Dan yang terkhir adalah sangat mudah untuk beradaptasi.

Lalu bagaimana cara melakukan budidaya ikan nila dengan memanfaatkan lokasi yang sempit ?

Sebenarnya hal paling penting yang harus diperhatikan adalah mendapatkan akses sumber air mengalir yang cukup layak untuk dijadikan sebagai media budidaya.

Seperti misalnya sungai kecil yang memiliki aliran air bersih dan bebas limbah sehingga nantinya sudah pasti aman untuk keberlangsungan hidup ikan nila.

Nila Hitam

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

Untuk melakukan budidaya ikan nila di lokasi yang tidak terlalu luas maka salah satu solusi tepat yang bisa anda coba adalah dengan menggunakan kolam terpal. Kolam terpal memang banyak digunakan karena pembudidaya tidak perlu bingung lagi untuk menyiapkan lahan yang cukup luas.

Disamping itu, dengan menggunakan kolam terpal pembudidaya juga tidak perlu menggali tanah yang terlalu dalam.

Keuntungan lain jika menggunakan kolam terpal adalah tidak perlu memasok air sesering mungkin ke dalam kolam selama tidak terjadi kebocoran. Jadi bisa disimpulkan bahwa dengan menggunakan kolam terpal akan lebih menghemat biaya yang harus dikeluarkan.

Siapkan Kolam Terpal

Jika ingin melakukan budidaya maka anda harus menyiapkan kolam terlebih dahulu. Kolam bisa dibuat pada kedalaman sekitar 50 sampai 75 cm supaya memberikan ruang yang lebih untuk ikan. Sehingga nantinya ikan nila yang dibudidaya bisa berkembang biak lebih baik.

Perhatikan Konstruksi Kolam Terpal

Hal lain yang harus di perhatikan ketika menjalankan dengan terpal  Apabila kolam yang dibuat sudah mencapai kedalaman 50 cm maka anda diharuskan untuk memadatkan bagian pinggir dan dasar kolam yang dibuat tanggul. Kemudian bisa diperkuat lagi dengan menggunakan batako ataupun batu bata.

Tambahkan juga batu batu bata di dasar kolam supaya semakin keras dan rata. Amda juga bisa berikan sekam secara merata, setelah itu terpal bisa mulai dipasang.

Cara ini hampir sama dengan pembuatan tambak di sekitar pantai dengan tujuan untuk mencegah kehilangan air. Jika terpal sudah terpasang maka anda harus benar-benar pastikan bahwa terpal tersebut sudah terkunci dengan baik di pinggir kolam.

Untuk dapat memastikan apakah bagian ujung terpal sudah terkunci, anda bisa beri batu bata atau batako tepat diatas pinggiran terpal. Tujuannya adalah supaya terpal tidak mengalami perubahan kedudukan yang bisa menyebabkan terjadinya kebocoran.

Jika semuanya sudah terpasang dengan baik maka anda bisa langsung mengisi kolam dengan air. Hal ini juga untuk memastikan apakah terjadi kebocoran ataukah tidak setelah kolam tersebut diisi dengan air.

Kemudian kolam bisa anda keringkan lagi untuk langkah persiapan selanjutnya. Langkah selanjutnya untuk budidaya ikan nila di kolam rumah dengan menggunakan terpal ialah tentang proses penebaran bibit ikan nya.

Penebaran dan Perawatan Bibit Ikan Nila

Tahap selanjutnya adalah menyiapkan benih atau bibit yang sesuai dengan kapasitas kolam budidaya yang sudah dibuat sebelumnya.

  • Bibit ikan nila bisa dibeli secara langsung dari toko benih ikan atau bisa juga melalui dinas perikanan.
  • Benih yang bagus memiliki ukuran sekitar 5 sampai dengan 10 cm. Usahakan untuk memilih benih yang sehat, caranya adalah dengan melihat keatifan atau kelincahan mereka dalam bergerak.

Apabila kolam budidaya sudah dikeringkan, maka jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan pada sistem pengisian dan sistem pembuangan air. Perkuat juga pada bagian pinggir kolam.

bibit ikan nila
Sumber Foto : gdmagri.com

Anda bisa menaburkan kapur sekitar 25 gram sampai 1kg/m2 pada lapisan dasar kolam budidaya. Tambahkan juga pupuk kandang yang memiliki ukuran sekitar ½ kg/m2, setelah itu kolam bisa di isi lagi dengan air.

Kemudian endapkan air tergenang dalam jangka waktu sekitar 5 – 7 hari hingga tumbuh plankton sebelum benih ikan nila anda sebar.

Menurut petunjukan budidaya yang benar, anda harus menentukan terlebih dahulu bibit dengan kualitas bagus. Bibit harus terlihat sehat, aktif, dan pastinya tidak terjangkit penyakit ataupun bakteri.

Jika sudah melewati 5 sampai 7 hari air kolam budidaya yang diendapkan, maka anakan ikan nila bisa langsung disebar dalam kolam dengan kapasitas sekitar 5 sampai 10 ekor/m2. Supaya bibit ikan nila bisa tumbuh dengan baik dan cepat maka harus didukung dengan suplai pakan yang baik.

Pakan yang baik untuk ikan nila adalah berupa pelet ikan. Adapun komposisinya adalah protein 20% sampai 30%, karbohidrat 70% dan lemak 70% serta dedaunan yang mudah ditemukan di sekitar kolam.

Sangat mudah bukan? Yang paling penting adalah selalu rutin dalam memberikan pakan. Pakan harus diberikan setiap hari dan jangan sampai terlewatkan. Jika sudah melewati masa 6 bulan maka ikan nila bisa dilakukan pemanenan.

Ketika memasuki usia 6 bulan maka ikan nila harus diberikan suplai pakan yang cukup. Ikan nila yang layak untuk dikonsumsi memiliki berat sekitar 400 gram sampai dengan 600 gram.

Jika anda ingin membuat indukan nila sendiri, maka usahakan untuk memilih beberapa ikan nilai betina dan jantan yang sehat. Setelah dipilih maka bisa langsung anda pisahkan ke dalam sebuah kolam yang khusus untuk perkembangbiakan.

Seperti yang kita tahu bahwa permintaan pasar terhadap ikan konsumsi seperti ikan nilai sudah sangat tinggi. Sehingga hal ini bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan menguntungkan untuk ditekuni. Bahkan hanya dengan memanfaatkan lahan berukuran sempit anda sudah bisa menjalankan bisnis menarik ini.

Ikan Nila

Cara Penanganan Penyakit yang Menyerang Ikan Nila 

Sebelum menjalankan bisnis ini maka anda harus tahu bagaimana cara mengatasi segala ancaman yang bisa datang sewaktu-waktu, seperti:

  • Ikan Nila Stress: Air kolam yang jarang diganti akan membuat air menjadi keruh dan kotor sehingga bisa membuat ikan nila stress. Cara mengatasinya adalah dengan mengganti air kolam secara rutin dan membuat sirkulasi yang baik.
  • Kurang Nafsu Makan: Ikan nilai yang kurang dalam pemberian vitamin atau bahkan tidak diberi vitamin sama sekali akan membuat ikan menjadi kurang nafsu makan. Cara mengatasi hal ini adalah dengan memberikan HARMONIK dan POC NASA.
  • Terjangkit Penyakit: Hal ini pada umumnya disebabkan oleh zat asam yang terlalu berlebih pada air sehingga membuat ikan nila rentan terjangkit berbagai penyakit. Adapun cara menanganinya adalah memisahkan ikan yang terjangkit penyakit di kolam lain.

Penyakit yang menyerang ikan nila bisa terjadi jika ikan (inang) hidup di lingkungan perairan yang sangat tidak sesuai untuk kehidupan ikan nila, namun mendukung patogen sehingga bisa memperbanyak diri dan melakukan perkembangbiakan.

Budidaya Ikan Nila di Lahan Sempit

Ikan akan mengalami perubahan secara patofisiologi di beberapa organ tubuhnya. Terjadinya serangan penyakit di kolam budidaya sebenarnya merupakan hasil interaksi yang kurang sesuai antara ikan nila, organisme penyakit dan kondisi lingkungan.

Interaksi yang tidak sesuai tersebut akan membuat ikan menjadi stress, sehingga mekanisme pertahanan diri ikan nilai akan menjadi sangat lemah. Jika sudah demikian maka ikan nila akan mudah terserang berbagai penyakit.

Maka dari itu, mencegah terjadinya serangan penyakit pada ikan budidaya akan lebih baik daripada mengobati. Caranya adalah dengan melakukan berbagai pencegahan sehingga penyakit yang menyerang ikan nila bisa ditekan semaksimal mungkin.

Cara Mencegah Serangan Penyakit di Ikan Nila

Berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah serangan berbagai penyakit pada ikan nila:

  • Membersihkan dan mengeringkan bagian dasar kolam budidaya setelah selesai panen.
  • Menggunakan bibit ikan nila yang sehat dan terbebas dari penyakit.
  • Menghindari penyebaran benih ikan terlalu padat (melampaui kapasitas kolam).
  • Memanfaatkan sistem pengairan pada kolam secara paralel dengan tujuan untuk menghindari penularan serta penyebaran penyakit.
  • Membudidayakan ikan nila dengan baik dan benar.
  • Memberikan pakan dalam jumlah yang cukup dan jangan sampai berlebihan. Sebab jika terlalu berlebihan maka sisa-sisa pakan yang anda berikan nantinya akan mengendap di bagian dasar kolam serta menimbulkan pencemaran bau yang kurang sedap. Bahkan juga bisa memicu perkembangan jamur dan organisme parasit yang merupakan penyebab penyakit pada ikan nila.
  • Mengganti air kolam budidaya secara rutin dan teratur.
    Selain disebabkan oleh beberapa organisme, timbulnya penyakit pada ikan nila juga bisa diakibatkan oleh kualitas air dalam kolam yang kurang terjaga dengan baik. Kotoran dan limbah yang lama mengendap di bagian dasar kolam budidaya juga bisa memicu terjadinya keracunan pada ikan.

Kemudian untuk sisa-sisa makanan dan pembusukan material organik dalam kolam secara kimia bisa menyebabkan timbulnya H2S yaitu gas yang bisa meracuni ikan.

Jenis Jenis Ikan Nila

Ikan Konsumsi satu ini ternyata memiliki beberapa jenis nama  antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Nila Best
  2. Nila Merah
  3. Nila Hitam 69
  4. Nila Gift
  5. Nila Gesit
  6. Nila Nirwana
  7. Nila Larasati

Harga Ikan Nila Per Kilogram Terbaru

Ikan nila merupakan ikan konsumsi yang banyak di minati oleh masyarakat Indonesia. Harga untuk 400 sampai 500 gram per ekornya dihargai per kilo sekitar Rp 23.000 sampai Rp 26.500.

Untuk harga ikan nila berbeda beda untuk setiap jenis nya. Sebagai contoh nila gesit di banderol biasanya di rentang Rp 25.000 sampai Rp 27.000.

Sementara itu jenis ikan nila Hitam di bandrol Rp 24.000 – Rp 25.000 per kilogramnya. Dan Nila merah di hargai Rp 24.000 sampai Rp 27.000 per kilonya.

Daftar Harga Ikan Nila di Berbagai Kota di Indonesia

Nama Daerah Harga
Jakarta Rp 25.000
Malang Rp 24.000
Balikpapan Rp 24.500
Samarinda Rp 25.000
Bali Rp 25.000
Batam Rp 26.500
Semarang Rp 25.000
Lampung Rp 24.000
Tanggerang Rp 23.500
Padang Rp 23.000

 

Nah demikian ulasan kami tentang semua hal yang berkaitan dengan Budidaya Ikan Nila di Lahan Sempit Dengan Mudah semoga anda bisa sukses menekuni usaha budidaya ikan konsumsi ini.

Maju terus usaha lokal UMKM Indonesia. Bersama kita saling bersinergi untuk negeri ini. Jika usaha anda ingin di ulas di website ini silahkan kirim artikel tentang usaha atau produk anda ke alamat email kami. Sertakan juga foto produk atau usaha anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here