Bisnis UKM Tali Kur, Berdayakan Ibu Rumah Tangga

UKMBERDAYA.COM – Perkembangan usaha mikro di Desa Maduretno tidak lepas dari peran pemerintah desa (Pemdes). Mereka aktif mengajak warganya untuk bisa menjalankan wirausaha. Salah satunya adalah dengan cara memberikan pelatihan kepada ibu-ibu. Pelatihan tersebut berupa pembuatan tas dari bahan tali kur.  Dari Pelatihan ini terbukalah bisnis ukm tali kur yang bisa memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Desa Maduretno.

“Selain pelatihan juga sering kami ajak untuk mengikuti pameran,” ujar Omis Sukamtono, kaur perencanaan Desa Maduretno.

Salah satu perajin Bisnis tali kur di Desa Maduretno adalah Rita Ernawati, ia mengaku bahwa bisnis UKM ini berawal dari kelompok mengaji di musholanya. Ia awalnya diajari oleh seorang teman. Tak hanya itu ia juga pernah ikut pelatihan di balai desa untuk mengembangkan bisnis yang membutuhkan keterampilan tangan itu.

“Karena ada kesempatan ya ikut saja, Alhamdulillah sekarang jadi suka,” ujarnya.

Usaha mikro yang sudah mendapatkan pemberdayaan dari pemerintah desa ini  sudah melatih lebih dari 50 orang, dan ada sekitar 25 yang saat ini masih aktif. Untuk pemberdayaan ini, pemdes mengutamakan pesertanya dari ibu rumah tangga yang dulunya tidak ada kegiatan dalam keseharianya.

Rita yang sehari hari bekerja sebagai buruh tani ini mengaku senang karena menurutnya jika di sawah sedang sepi, ia pun menjadi ada kegiatan tambahan. Tali kur yang dirajut menggunakan tangan ini sudah pernah diikutsertakan saat pameran UMKM. Selain menambah pemasukan, ia pun merasa ini juga menambah ilmu untuk merajut tali kur.

Ya, daripada cangkruk nggak jelas, Mas,” sahutnya.

Untuk penjualannya sendiri, ia mengaku pernah memasarkan produk bisnis ukmnya ini hingga ke Bandung, Jakarta, Lampung, dan Kalimantan. Bisnis yang ia jalani ini dilakukan dalam bentuk penjualan online.

“Kebanyakan peminat dari luar Jawa,” ungkapnya.

Ia mematok harga tergantung dengan ukuran dan apa yang akan dibuat. Pasalnya, ia bisa membuat dompet, tirai, tempat tisu, tempat botol minuman, tas, dan lain sebagainya. Ia juga menambahkan, bahwa harga juga tergantung tambahan pernak pernik yang diinginkan si pembeli.

Baca Juga : Si Kembar Seniman Henna, Jual Gelang Kaki demi Modal Belajar dan Usaha

“Kalau tas ukuran kecil Rp 125 ribu, kalau besar Rp 250 ribu,” ujarnya sambil menunjukkan salah satu karyanya.

Namun ia menyampaikan ada juga yang harganya sekitar Rp 50 ribu, itu untuk sebuah dompet. Ia mengaku, bahwa untuk modalnya memang memakan biaya yang cukup mahal, makanya, ia hanya akan membuat setelah ada yang memesan darinya. Ia juga menambahkan, satu kelompok dalam satu bulan bisa memuat sampai 100 barang. “Untuk produksi, Alhamdulillah akan terus dilakukan,” imbuhnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here