Bisnis Seni Grafir, Berkarya Mengukir Lukisan di Kaca

UKMBERDAYA.COM – Bisnis Seni grafir, mungkin orang-orang masih awam dengan istilah ini, namun bila ditunjukan wujud dari seni ini, mungkin tidak asing lagi. Pasalnya, seni ini sudah ada sejak lama, dimana menggunakan media kaca maupun aklirik yang diukir dan membentuk tulisan maupun gambar sesuai permintaan konsumen. Biasanya, hasil seni grafir dipasang sebagai kaca dijendela dengan motif bunga maupun abstrak warna warni.

Tapi lain lagi ketika media kaca ditangan Zainal Arifin, ya laki-laki ini tidak hanya ingin melukis kaca dengan motif bunga secara umumnya. Ia ingin melukis wajah orang-orang yang ia sayangi hingga tokoh favoritnya sebagai bentuk penyaluran hobi menggambarnya. “Awalnya, melihat jendela-jendela rumah yang kacanya ada motif bunganya. Lalu saya mikir. Sepertinya bisa dibikin beda,” terangnya saat dijumpai  dikediamannya Desa Tungklur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Yang terlintas di benak laki-laki kelahiran 1987 ini adalah bagaimana bila tidak hanya bunga saja yang bisa diterapkan pada bisnis seni grafir ini, melainkan wajah, pemandangan, hingga bangunan khas yang ada di Kediri seperti simpang lima gumul (SLG).

Zainal mengakui bila ia memang gemar menggambar apa saja yang terlintas dipikirannya sejak duduk dibangku sekolah, namun hal tersebut tidak mudah ia lampiaskan. Begitupun saat ia turun dijalanan sebagai anggota dari gerombolan anak Punk. Ia pun tidak terlibat pada proyek menggambar mural yang biasanya terdapat di dinding jalanan.

Bulan Maret tahun ini, ia bersama istrinya, Ika Widyawati , memberanikan diri untuk berkarya dengan modal seadanya dengan media kaca dan menerapkan keahliannya ini dengan membangun bisnis seni grafir. “Nggak sengaja sih, awalnya coba bikin seni garfir dengan motif tulisan nama kami secara dua dimensi bolak-balik,” ujarnya sambil menunjukan karya pertamanya pada wartawan.

 Zainal membuat karyanya di ruangan seluas 3×6, dengan peralatan berupa solder, printer, gergaji, borcun atau mini grinder yang merupakan alat utama untuk melukis di media kaca. “Awalnya kita tentuin dulu gambarnya, lalau diprint, disketsa. Lanjut pakai borcun buat melukis,” ujar Zainal sambil melanjutkan melukis. Pemuda dengan khas topi dimiringkan ke belakang ini mengaku bila ia mampu berkecimpung di binis seni grafir secara otodidak, tidak mengikuti khursus, hanya sesekali ia melihat di internet. Sesekali ia bertanya kepada tetangga, teman hingga keluarga mengenai karya yang sudah dihasilkan. Ia mencoba melukis di kaca seadanya, dengan menuangkan inspirasi namanya dan nama istrinya dalam satu motif dan jadilah karya pertama seni grafir motif tulisan.

“Saya merasa ini baiknya ditambah lampu, supaya ada cahanya dan bikin beda,” katanya. Ia pun menjelaskan bila awal dari pemasangan lampu pada seni ukir kaca ini sempat mengalami kebakaran kecil. Lampu LED yang terpasang sempat meledak karena tidak dipasang adaptor demi meminimalisir pengeluaran. Setelah peristiwa tersebut, Zainal dan Ika menambahkan adaptor agar hasil bisa maksimal dan tidak kembali meledak. Untuk proses keseluruhan seni grafir ini adalah satu hingga tujuh hari tergantung tingkat kerumitan hingga mood si seniman grafir.

Baca juga : Bisnis Krecek Berdayakan Ibu Rumah Tangga

“Karena kami juga butuh inspirasi, dan permintaan konsumen kadang tidak hanya gambar wajah mereka melainak hiasan dan tambahan akses tulisan,” tegas laki-laki lulusan sekolah menengah kejuruan ini (SMK). Untuk hasil karya seni grafir terdiri dari kaca, kayu dan listrik ini sudah berrhasil terjual hingga mancanegara seperti Hongkong. “Kami memsarkan melalui pameran dan media sosial facebook dan intagram,” terang Ika yang juga admin dari usaha suaminya ini. Ika mengakui bila  ia dan suaminya perlu ekstra hati-hati, mulai dari pengerjaan, hingga pengepakkan untuk dikirim ke pemesan. Resiko tergores kaca hingga kaca pecah pun sudah biasa dihadapi Zainal dan Ika. Namun mereka mampu mengakalinya dengan memberikan steroform  pada setiap lapisan agar tidak mudah terbentur.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here