Berikut Ini 9 Tips Bisnis Usaha Percetakan Agar Sukses ke Depanya

0
71
Percetakan

Setiap orang ingin memiliki usahanya sendiri. Namun, tidak sedikit yang masih kebingungan untuk menentukan jenis usaha yang ingin dibangun. Karena kuliner dan fashion telah begitu banyak dimana mana, mengapa kamu tidak mencoba untuk memulai usaha percetakan? Meski sekilas usaha ini membutuhkan modal dalam jumlah besar, nyatanya tidak demikian. Justru, keuntungan yang akan kamu dapatkan bisa dibilang sangat menjanjikan, asalkan Anda tahu rincian modal usaha percetakan yang akan anda dirikan.

Sama halnya dengan kuliner, usaha di bidang percetakan ini juga memiliki berbagai bidang utama, seperti percetakan offset dan percetakan yang berfokus pada digital. Memang, semakin tinggin kebutuhan akan pembuatan kartu nama, baliho, spanduk, undangan, hingga banner untuk keperluan promosi, kini bisnis percetakan semakin gampang ditemui.

Tentu saja, ini menghadirkan nilai lebih bagi calon konsumen, karena bisa memilih jasa mana yang lebih berkualitas, pastinya dengan harga yang terbilang terjangkau. Namun, bagi kamu sebagai pemilik usaha, hal ini menjadi tantangan besar yang perlu kamu taklukkan. Pasalnya, tanpa adanya strategi, bukan tidak mungkin bisnis yang kamu geluti berakhir dengan gulung tikar karena tidak mampu bergelut menghadapi ketatnya persaingan.

Tips Memulai Usaha Percetakan

Sebelum memulai bisnis apa saja, tak terkecuali usaha percetakan, anda harus sudah memiliki perencanaan yang matang. Tujuannya tidak lain adalah untuk menuai kesuksesan dan meraup keuntungan dalam jumlah maksimal. Pastinya dengan meminimalkan biaya pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya operasional.

Sebenarnya, memulai suatu usaha tidak pernah menjadi hal yang sulit. Modal mungkin menjadi kendala yang paling sering dijumpai, tetapi di atasnya, ada hal lain lagi yang membuat seorang calon pengusaha justru merasa kesulitan untuk memulai langkah awal. Hal tersebut adalah niat dan kemauan. Siapa pun, kamu sekalipun, tidak akan pernah bisa menjadi pengusaha sukses jika niat dan kemauan kamu masih tidak stabil. Berapa pun modal yang anda miliki dan apakah anda mampu atau tidak, yang terpenting adalah niat.

Nah, jika Anda tertarik untuk memulai merintis usaha percetakan, berikut tips mudahnya yang bisa Anda ikuti:

  1. Cari Informasi Sebanyak Mungkin, Termasuk dalam Hal Modal

Apa pun bisnis yang Anda rintis, jangan pernah lupa bahwa semua itu tetap membutuhkan modal, tak terkecuali bisnis percetakan. Jika kamu adalah seorang yang awam, tidak ada salahnya untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang usaha satu ini. Hal ini sangat membantu untuk kamu menentukan langkah awal, berikut menyiapkan modal yang dibutuhkan.

Baca Juga : Peluang Usaha Bisnis Modal Kecil yang Menguntungkan dari Rumah

Setelah mengetahui berapa kisaran modal awal yang dibutuhkan, kamu bisa melanjutkan pencarian menuju ke apa saja yang dibutuhkan, termasuk peralatan yang berhubungan usaha ini. Tak lupa, apa jenis bisnis percetakan yang ingin Anda geluti, apakah itu berkisar kepada percetakan ofset atau malah mengarah pada bisnis percetakan digital. Nantinya, besarnya modal yang Anda butuhkan bisa terhitung lebih jelas.

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui apa saja keahlian yang dibutuhkan untuk bisa menggeluti usaha ini. Jika Anda bukan orang yang bergerak di bidang percetakan, Anda mungkin bisa mengikuti kursus atau belajar langsung pada teman atau orang lain yang memahami bidang keahlian ini. Tanpa adanya keahlian, usaha yang kamu bangun tidak akan pernah mengalami kemajuan, kecuali kamu bersedia mengeluarkan uang ekstra untuk langsung membayar orang.

  1. Tahap Awal, Pesaing adalah Kawan

Ada banyak orang yang menggeluti usaha percetakan menganggap vendor lain adalah pesaing. Padahal, kamu tentu memerlukan banyak ilmu langsung dari ahlinya. Agar kamu memiliki gambaran yang lebih luas tentang percetakan jalinlah kerja sama yang baik dengan vendor yang telah berhasil menjalankan bisnis ini. Namun, jangan asal, pilihlah vendor yang benar-benar berkualitas dalam pekerjaannya.

Setidaknya, Anda memiliki ilmu dasar percetakan dengan mengetahui jenis kertas, seperti ivory, HVS, CTS, dan jenis kertas lain yang biasanya digunakan dalam proses cetak. Dalam hal ini, kamu bisa bertanya langsung pada penjual kertas. Anda perlu tahu kertas merupakan bahan baku yang penting dalam proses percetakan. Semakin tinggi harga kertas, maka biaya cetak pun akan turut mengalami peningkatan.

Sama halnya dengan vendor, pastikan juga kamu memilih pemasok kertas yang benar-benar terpercaya dan tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Tidak boleh lupa, pemasok harus bisa bekerja sama dalam jangka waktu yang lama. Jadi, tidak ada salahnya untuk berkeliling dan berbincang langsung dengan pemilik usaha kertas kala ingin mencari supplier.

  1. Paham Bagaimana Proses Produksi Percetakan

Tidak banyak orang yang tahu, bahwa alasan mengapa sebuah usaha pada akhirnya tak mampu bersaing dan memilih untuk menutupnya adalah tidak mengetahui dengan pasti apa sebenarnya usaha yang sedang coba dikerjakan. Seperti halnya usaha percetakan. Perlu diketahui membuat rincian modal usaha percetakan bukan menjadi jawaban terbaik.

Pemilik usaha juga diharuskan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya proses produksi cetak berlangsung. Pasalnya, proses ini tidak bisa dihafalkan, dengan diikuti sejauh mana Anda menguasai keahlian untuk mengoperasikan peralatan cetak nantinya. Memang, ini bukan menjadi yang termudah, tetapi kamu akan menjadi biasa karena sudah terbiasa melakukannya dulu.

  1. Buat Rancangan Bisnis

Kunci keberhasilan lain dalam bisnis selain niat yang dibarengi dengan keahlian yang mumpuni adalah adanya rancangan bisnis. Ini sangat penting, karena bisnis yang kamu jalankan akan mengacu pada strategi yang sudah kamu buat sebelumnya. Jika kamu kesulitan membuatnya karena prosesnya yang cukup sulit, lakukan dengan caramu sendiri, seperti misalnya membuat skema, peta atau cabang pohon.

Tulis segala informasi yang kamu miliki, mulai dari jumlah modal, biaya untuk berbelanja kebutuhan awal, biaya transportasi dan operasional, hingga biaya sampingan untuk membeli camilan. Sertakan pula kisaran keuntungan harian, lama waktu yang dibutuhkan hingga modal kembali sepenuhnya (ROI), juga strategi yang akan kamu jalankan, mulai dari promosi hingga inovasi yang bisa menjadi nilai jual yang lebih baik dari pesaing.

  1. Promosikan Bisnismu

Mempromosikan usaha percetakan milikmu adalah bagian yang tidak kalah penting dengan menyusun rancangan bisnis. Agar tidak menelan banyak biaya untuk promosi, bisa menggunakan kecanggihan teknologi. Memang benar bahwa promosi menjadi salah satu bagian rancangan bisnis yang paling menghabiskan biaya modal.

Cara paling mudah untuk melakukan promosi bisnis adalah melalui media sosial. Sebagai generasi milenium, kamu tentu memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, hingga channel Youtube. Jika tidak mau akun pribadimu terganggu karena untuk promosi, bisa membuat akun baru khusus untuk bisnismu.

Promosi melalui media online ini juga ada caranya. Kamu bisa menggunakan Facebook Ads atau Google Ads. Keduanya disinyalir mampu menciptakan calon pelanggan potensial baru tanpa perlu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Buat konten yang menarik, bisa belajar banyak mengenai content marketing visual yang mengundang rasa penasaran pelanggan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang bisnismu.

Selain memasang umpan dengan konten dan visual yang berkualitas, juga bisa meningkatkan engagement dengan intens berinteraksi pada calon pelanggan. Ungkapan pelanggan adalah raja mungkin hingga kini masih terpakai, dan penilaian pelanggan bisa membuat usahamu melejit, atau bahkan jatuh terpuruk.

Sebagai pelanggan, respons cepat tentu sangat dibutuhkan. Pasalnya, mereka membutuhkan solusi untuk setiap masalah, dan menunggu selalu menjadi hal yang paling membosankan. Jadi, jangan buat mereka menunggu solusi dari kamu terlalu lama, karena ini bisa membuat mereka beralih pada pesaing.

Supaya minat calon pelanggan makin tinggi, kamu bisa membuat kuis interaktif pada waktu-waktu dengan hadiah yang menarik. Dalam pengamatan media sosial, kuis dengan hadiah masih menjadi tren yang membuat angka engagement melejit cukup pesat. Hadiahnya bisa berupa tiket nonton, voucher belanja, atau merchandise yang kapan saja bisa digunakan oleh konsumen. Cara ini juga dikenal dengan istilah promosi berjalan.

Baca Juga : 15 Peluang Usaha Modal 1 Juta Dengan Untung Jutaan Bagi Pemula

  1. Hindari Menolak Order

Jangan sampai usaha dan biaya yang sudah dikeluarkan untuk merintis usaha percetakan ini sia-sia karena terlalu pilih-pilih dalam menerima order, sembari tetap berpromosi, bisa mulai mengerjakan satu atau dua klien. Menolak order akan membuat kehilangan kesempatan untuk menunjukkan nilai lebih yang dimiliki bisnismu.

Lantas, bagaimana jika tidak terlalu paham dengan perihal percetakan? Tidak masalah, tetap terima order yang datang. Nantinya, Anda bisa melemparnya kembali ke pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Hal terpenting adalah order tersebut jadi sesuai dengan keinginan dan harga yang telah disepakati, entah siapa yang mengerjakannya itu urusan nanti.

  1. Pertahankan Kualitas

Meski order yang kamu terima terbilang kecil dan tidak mendatangkan angka keuntungan yang besar, kamu tetap tidak boleh menyepelekan dan harus mengerjakannya dengan semaksimal mungkin. Berapapun besarnya, kualitas tetap harus dijaga, karena menunjukkan kredibilitas dan profesionalitas sebagai pemilik usaha.

Dengan tetap berpegang pada kualitas maksimal untuk setiap proyek yang kamu tangani, pelanggan akan puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Mereka inilah yang berpotensi menjadi pelanggan setia, yang tanpa kamu sadari akan mendatangkan lebih banyak calon pelanggan potensial melalui promosi secara langsung kepada rekan kerja, tetangga, atau bahkan para investor.

  1. Bisakah Langsung Berinvestasi?

Tidak hanya mendulang keuntungan sebagai penghasilan tambahan, bisnis juga menjadi ladang investasi jangka panjang. Namun, jika kamu adalah seorang pemula yang baru saja membuka sebuah gerai usaha, mungkin investasi bisa menjadi alternatif lain. Anda bisa berfokus pada peningkatan kredibilitas dengan memiliki banyak klien, fokus untuk menerima dan mengerjakan orderan yang masuk.

Perlu diketahui jika membeli peralatan percetakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tentu, alat-alat ini bisa menjadi ladang investasi yang bagus, terlebih jika kamu memiliki modal yang cukup untuk menyediakannya. Namun, kamu bisa mempertimbangkan hal tersebut lebih matang. Jangan sampai kredibilitas usahamu belum menunjukkan hasil maksimal, tetapi kamu sudah menguras seluruh modal hanya untuk urusan gengsi semata.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi? Jawabannya adalah ketika kamu sudah memiliki nama besar dan jumlah order yang semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Anda bisa mulai menyediakan mesin-mesin cetak, menambah karyawan, peralatan penunjang percetakan, sampai menyewa atau membeli lahan untuk dijadikan kantor.

Namun, sebelum memulainya, kamu terlebih dahulu perlu menyusun program kerja setidaknya hingga lima tahun ke depan. Jangan lupa, buat yang realistis, sehingga kamu bisa mengira-ira bagaimana alur usaha kamu ke depannya. Buat juga cashflow yang menggambarkan proyeksi aliran dana untuk bisnismu dalam satu periode tertentu.

  1. Pantang Menyerah dan Tidak Mudah Putus Asa

Tidak selamanya usaha percetakan milikmu berada di atas. Ada kalanya kamu mengalami hambatan atau kendala yang berujung pada kerugian. Inilah risiko terbesar menjadi pengusaha: kamu harus siap untuk menghadapi keadaan terburuk yang bahkan tidak diketahui kapan datangnya. Usaha milikmu bisa saja menjadi sangat sukses, tetapi bisa juga kamu mengalami kerugian besar yang berujung pada kebangkrutan pada saat yang hampir bersamaan.

Inilah mengapa setiap pengusaha diharuskan untuk memiliki mental sekeras baja, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa. Ancaman kerugian bisa terjadi kapan saja, sehingga kamu perlu kuat menghadapinya untuk bisa menentukan strategi apa yang menjadi pilihan supaya kamu bisa segera menemukan solusi dan jalan keluar.

Jadi, jangan pernah takut gagal jika kamu memilih untuk menjadi pengusaha. Selalu ingat bahwa kegagalan tidak hanya terjadi pada setiap pemilik bisnis, bahkan kegagalan juga bisa terjadi pada karyawan kantoran, hingga pelajar. Kuncinya adalah tidak mudah menyerah dan putus asa.

Rincian Modal Usaha Percetakan

Setelah mengetahui tips memulai usaha peternakan dari nol, sekarang saatnya kamu menghitung berapa kisaran modal yang diperlukan. Anggaplah Anda memilih menjalani usaha percetakan kecil-kecilan dalam skala rumahan, sehingga biaya sewa lokasi belum dimunculkan untuk mengoptimalkan modal.

Baca Juga : Usaha Makanan Ringan Rumahan dengan Modal di Bawah 100.000

Berikut ini merupakan rincian modal usaha percetakan yang bisa dicermati. Rincian biaya ini bisa menjadi gambaran untuk membuka bisnis percetakan baik ofset maupun digital printing.

  • Mesin cetak (mesin fotokopi) atau mesin printer seharga Rp10 juta. Asumsikan kamu bisa mendapatkan dua atau tiga buah mesin cetak dengan anggaran tersebut.
  • Komputer (PC) dengan prosesor terbaru seharga Rp7 juta. Kamu tidak disarankan untuk menggunakan laptop, karena pengoperasiannya yang terbilang lebih rumit jika dibandingkan dengan PC.
  • Mesin pemotong kertas seharga Rp5 juta.
  • Mesin Laminating berikut bahan laminasinya seharga Rp2 juta.
  • Tinta untuk mesin cetak seharga Rp1,5 juta.
  • Kertas beragam jenis (HVS A4 70gr, HVS A4 80 gr, HVS Folio, Ivory, Buffalo, dll.) seharga Rp5 juta. Asumsikan jika mendapatkan beberapa jenis kertas, atau membeli kertas inti seperti HVS dan kertas foto untuk modal awal.
  • CD yang berisi instalasi program aplikasi Corel Draw, Photoshop, dan perangkat lunak Adobe terbaru seharga Rp500 ribu.
  • CD yang berisi instalasi program desain, kalender, hingga frame foto seharga Rp500 ribu.
  • Etalase untuk meletakkan barang seharga Rp5 juta.

Dari rincian di atas, setidaknya membutuhkan modal sebesar Rp35 juta hingga Rp40 juta. Asumsikan sisa modal ini akan terpakai untuk biaya operasional, seperti ongkos bensin untuk membeli segala keperluan. Angka ini masih terbilang kecil, karena kamu belum memasukkan biaya penyewaan lokasi atau penambahan barang yang dijual. Biasanya, usaha percetakan juga menjual peralatan tulis-menulis (untuk usaha percetakan ofset), kertas kado, dan barang pendukung lainnya.

Itulah ulasan tentang usaha percetakan serta rincian kisaran modal yang dibutuhkan untuk membangun usaha ini. Bagaimana, sudah siap untuk memulainya? Selamat mencoba dan semoga sukses.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here