UKMBERDAYA.COM – Pasar Kreneng tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, pasar yang mulai buka sekitar pukul 16.00 Wita ini, juga menjadi salah satu destinasi kuliner bagi wisatawan asing yang berwisata ke Bali secara mandiri.

Berburu Nasi Jinggo di Pasar Kreneng

Pasar Kreneng di era tahun 1990-an yang merupakan salah satu terminal angkutan dalam kota di Kota Denpasar ini, kini menjadi salah satu destinasi kuliner malam yang ramai dikunjungi. Beragam jenis menu makanan bisa ditemukan di pasar yang buka hingga dini hari ini, mulai dari lalapan hingga Babi Guling.

Selalu ramai dicari warga

Namun yang menjadi favorit warga adalah Nasi Jinggo dan telur setengah matang. Selain itu, ada juga Babi Guling yang melegenda dan Soto Sapi yang selalu ramai dicari oleh warga Kota Denpasar, apalagi musim hujan seperti saat ini.

Dari sekian banyak jenis makanan yang ada di Pasar Kreneng, yang menjadi favorit adalah Soto Sapi. Rasa Soto Sapi ini tidak berubah sejak tahun 2009 silam, karena sejak pertama kali mencicipi menu ini, hingga kini rasanya tidak pernah berubah.
Tidak hanya Soto Sapi, sebagian orang juga memilih Nasi Babi Guling menjadi makanan favoritnya. Nasi Babi Guling Pasar Kreneng dilihat dari segi porsi dan rasa tidak kalah dengan Nasi Babi Guling lainnya yang lebih terkenal.

Nasi Jinggo dan Telur Setengah Matang


Sedangkan untuk Nasi Jinggo dan telur setengah matang, menu ini bisa disebut sebagai menu makanan favorit hampir semua orang. Wayan Kari, salah seorang pedagang Nasi Jinggo di Pasar Kreneng mengakui hampir setiap malam bisa menghabiskan 200 hingga 250 bungkus.

Baca juga: Liburan Asik di Blue Point Beach Bali

Nasi Jinggo yang dijualnya, cukup beragam, mulai dari nasi  ayam, babi hingga Nasi Jinggo Pindang. “Banyaknya varian Nasi Jinggo yang kami jual karena dari pasokannya memang membuat beragam varian, namun yang favorit adalah Nasi Jinggo Ayam,” ungkapnya.
Sedangkan untuk telur setengah matang, juga menjadi favorit karena  dipercaya mampu meningkatkan stamina, khususnya bagi mereka yang bekerja malam hari.


Selain warga Kota Denpasar dan sekitarnya, wisatawan asing juga banyak yang datang ke Pasar Kreneng karena tertarik menikmati beragam jenis sajian kuliner khas malam hari Kota Denpasar. “Biasanya yang datang sendiri adalah wisatawan yang sudah sering ke Bali. Kalau yang masih diantar warga lokal adalah wisatawan mandiri yang datang ke Denpasar dan ingin mengeksplorasi aktivitas wisata malam di Denpasar,” tambahnya.
Harga makanan  yang disajikan di Pasar Kreneng ini dibanderol dengan harga cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 20 ribu per porsi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here