ASN Diminta Ikut Promosi Beras Semi Organik

0
92
beras semi organik

UKMBERDAYA.COM – Bagaimana sebenarnya sistem distribusi beras semi organik yaitu beras konversi Dewi Sekartaji hingga sampai ke tangan aparatur sipil negara (ASN)? Ternyata petani turun tangan langsung untuk menjual. Harga pun sama persis dari petani.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perdagangan Pemkab Kediri Tutik Purwaningsih, dinas hanya membantu memfasilitasi petani dan konsumen yaitu para pegawai negeri di lingkungan Pemkab Kediri. “Ini potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Kediri. Beras sehat dan bebas bahan kimia. Apalagi sekarang Kabupaten Kediri konsentrasi mengembangkan pertanian organik,” tuturnya menjelaskan peran serta Pemkab Kediri.

Karena itu, begitu petani beras semi organik membutuhkan bantuan untuk pemasaran, Dinas Perdagangan pun melakukan pendataan potensi pegawai negeri untuk membeli produk beras konversi ini. Caranya dengan mengenalkan beras konversi dan mengimbau pegawai di satuan kerja-satuan kerja untuk ikut membeli. “Jadi tidak ada paksaan sama sekali. Pembelian pun tidak dibatasi. Hanya memang kemasan beras terkecil dari petani sebesar 2 kilogram,” bebernya. Harganya pun persis sama dengan yang dikeluarkan petani yaitu sebesar Rp 11.500 per kilogram.

Saat ini, setelah dilakukan pendataan, sebenarnya potensi pembelian dari pegawai negeri bisa membantu petani hingga 22 ton. Hanya saja, saat ini, kelebihan stok beras dari petani pada musim panen pertama adalah sebesar 10 ton. “Sementara ini, yang berminat dan masuk ke data kami sebesar 12 ton,” jelasnya.

Minat beras konversi atau beras semi organik ini memang cukup tinggi. Sebab, pembelian setiap orang tidak dibatasi. Satu orang bisa membeli hingga 20 kilogram untuk kebutuhan keluarga sebulan. Tutik mengatakan banyak kelebihan dari beras semi konversi ini. Yaitu beras semi organik pasti sehat karena bebas dari bahan kimia. Selain itu, saat selesai diolah, nasi lebih awet. Rasanya pun enak. “Masalah rasa sangat tergantung varietas berasnya. Seperti serang, rojolele, pandanwangi atau mentik,” tuturnya.

Sebenarnya, permintaan dari luar ASN juga cukup luas. Pemkab Kediri pun telah membantu para petani memenuhi beberapa syarat. Bahkan, beras dari petani organik Kabupaten Kediri ini telah dipercaya oleh jaringan waralaba bisnis makanan multinasional. Selain itu, juga telah dipasarkan di pasar Jakarta dan Surabaya.

Meski begitu, tutur Tutik, masih ada sisa panen yang perlu segera dipasarkan. Untuk itu, dibutuhkan peranan dari Pemkab Kediri. Inilah yang membuat Pemkab Kediri meminta pegawai negeri untuk ikut berperan membantu petani organik membeli produk beras konversi. “Penjualan ini penting agar menjamin kelangsungan pertanian organik,” terangnya.

Sebab, jika beras tidak segera dijual dan petani tidak mendapatkan uang maka yang dikhawatirkan petani enggan meneruskan pertanian organik dan kembali menggunakan bahan kimia yang lebih mudah dalam pemasaran. “Sementara saat ini arah pertanian Kabupaten Kediri cenderung ke organik dan pangan yang sehat,” terang perempuan yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP).

Baca juga : UKM Makan Minum jadi produk unggulan di Kebonwaris Pasuruan

Tutik yakin, jika masa sulit yang harus dilalui petani organik pada saat peralihan pertanian ini telah terlewati, maka petani organik bisa menemukan pasarnya sendiri. “Permintaan cukup tinggi untuk beras organik,” terangnya. Untuk membuktikan beras yang telah dipastikan bebas kimia saat pemeriksaan laboratorium ini, masyarakat Kediri bisa menemukan produk beras Dewi Sekartaji ini di Dinas Pertanian dan Perkebunan, DKPP, Dinas Perdagangan, kios di Pasar Grosir Pare. Juga ditemukan di outlet paguyuban organik di Desa/Kecamatan Kepung; Desa Pagung, Kecamatan Semen; dan Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri.

Ikuti terus berbagai berita Bisnis UKM , Kuliner, traveling, ulasan strategi digital marketing dan berbagai berita menarik lainnya di UKMberdaya.com ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here