7 Hal yang Perlu Anda Siapkan untuk Membuka Toko Kelontong

0
18

Jika Anda mendengar kata “toko kelontong”, Anda pasti akan segera mengaitkannya dengan kebutuhan sehari-hari dan hampir semua orang pasti melakukan transaksi di toko kelontong. Mulai dari membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari sampai hanya sekedar membeli camilan saja.

Toko kelontong kerap Anda temui di lingkungan tempat tinggal Anda Toko kelontong, atau yang sering dikenal dengan warung sembako, telah menjadi bagian dari aktifitas masyarakat Indonesia sejak dari dahulu kala.

Meskipun kini sudah ada banyak minimarket atau supermarket yang sudah tersebar di beberapa tempat, namun toko kelontong atau warung sembako masih bisa tetap bertahan di tengah persaingan tersebut.

Toko kelontong yang sudah memiliki target marketnya sendiri dan mampu bersaing dengan toko sembako modern lainnya dan kata ‘kelontong’ sendiri terinspirasi dari salah satu alat bunyi-bunyian yang sering digunakan oleh penjual keliling Tionghoa pada saat mereka berjualan.

Tujuan mereka memainkan alat tersebut ialah untuk memberikan tanda bahwa mereka sedang berjualan alat ini berbentuk seperti sebuah tambur yang memiliki tongkat untuk dipegang dan dua biji bulat kecil yang diikat oleh tali pendek.

Pada saat dimainkan, bunyi yang dihasilkan mirip seperti kata ‘kelontong’ sejak itu, orang-orang sering menamai toko kecil yang penuh dengan barang-barang.

Dengan banyaknya pembisnis yang ramai-ramai memulai bisnis toko kelontong, bisa diartikan bahwa kompetisi dan persaingan akan semakin ketat dan seiring perkembangan dunia bisnis retail dan dengan hadirnya jaringan retail waralaba, tentunya telah menambah kompetisi yang lebih kuat bagi para pemilik bisnis ini.

Namun, masih banyak pengusaha toko kelontong yang bisa bertahan di tengah iklim bisnis yang penuh dengan kompetitor yang kuat.

Toko kelontong memiliki daya tarik yang sukses membawa pelanggan-pelanggan setia, mulai dari harga yang relatif murah, sampai ke hal-hal kecil seperti interaksi antar warga yang terjadi di warung sembako.

Hal ini yang menjadikan toko kelontong atau warung sembako tetap melekat di hati para pelanggannya jarang yang mengetahui bahwa penghasilan dari pengusaha toko kelontong sendiri cukup menggiurkan. Dalam waktu sehari, para pengusaha toko kelontong dapat menghasilkan omset sekitar 1-3 juta.

Dalam satu bulan mereka dapat menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta. Sungguh menggiurkan, bukan?

Namun jangan salah, untuk memiliki penghasilan seperti para pengusaha toko kelontong dan harus anda persiapkan beberapa hal untuk memulai bisnis mereka dan apa sajakah yang harus disediakan sebelum memulai usaha ini?

Bertikut  7 hal yang patut Anda persiapkan untuk memulai bisnis toko kelontong sebagai berikut ini!

  1. Territory is the Key

Territory yang dimaksud disini ialah letak dari toko kelontong Anda nantinya ini salah satu hal dasar yang sangat penting untuk diperhatikan.

Letak toko ini sebagai penentu awal kesuksesan bisnis kelontong Anda nantinya dan Pilihlah area yang padat penduduk membuka toko kelontong di lokasi yang padat penduduk membawa keuntungan menuju toko kelontong Anda.

Padatnya masyarakat di daerah tersebut membuat permintaan serta kebutuhan pun juga meningkat sehingga Anda akan mendapatkan pelanggan yang cukup banyak. Jika Anda sudah membuka warung sembako di tempat yang banyak penduduknya, dipastikan toko Anda akan ramai pembeli.

Daerah perumahan juga merupakan salah satu tempat yang cukup strategis. Biasanya, di daerah perumahan banyak juga para penduduk yang membutuhkan keperluan rumah tangga yang bisa Anda sediakan.

Di saat toko swalayan atau market waralaba yang memiliki posisi yang jauh dari daerah perumahan warga, ini bisa menjadi peluang bagi Anda untuk membuka toko kelontong di daerah perumahan dan membuat akses belanja bagi para penduduk semakin dekat.

Selain itu, suasana keakraban ialah salah satu daya tarik tersendiri dari setiap toko kelontong dengan membuka toko kelontong di area perumahan, para pembeli dapat menyebarkan informasi tentang toko Anda ke tetangga-tetangga mereka.

Membuka toko kelontong yang dekat dengan tempat-tempat umum bisa menjadi kesempatan bagi warung Anda untuk mendapatkan perhatian dari para pengunjung.

Mulai dari taman warga, area stasiun atau halte, sampai destinasi-destinasi wisata bisa menjadi tempat untuk membangun warung sembako. Banyaknya pengunjung di tempat tersebut dapat membuat kebutuhan semakin meningkat sehingga toko kelontong Anda menjadi salah satu tempat yang bisa memenuhi hal tersebut.

Contoh sederhanya jika ada pengunjung yang kehausan, mereka bisa membeli minuman dari toko kelontong Anda dan intinya, pilihlah tempat yang strategis, di mana tempat itu memiliki traffic pengunjung yang akan membeli produk-produk yang Anda juga jual.

  1. Riset Demand dari Calon Pembeli

Setelah memutuskan letak toko kelontong, Anda bisa melakukan riset mengenai demand atau kebutuhan dari potential customer.

Ada baiknya Anda mengetahui barang apa saja yang mereka butuhkan, supaya Anda dapat menyediakan barang-barang tersebut untuk mereka beli. Setiap tempat memiliki demand yang berbeda dan tidak perlu bingung untuk memikirkan cara-cara untuk mengetahui demand dari calon-calon konsumen di sekitar area penjualan.

Yang perlu Anda ketahui adalah jenis-jenis orang yang berada di sekitar toko kelontong seperti, di daerah masyarakat atau perumahan yang penuh dengan IRT (Ibu Rumah Tangga), mereka biasanya membutuhkan barang-barang untuk pekerjaan rumah tangga seperti alat-alat pembersih.

Baca juga: 5 Tips Agar Usaha Toko Kelontong Sukses di Era Digital

Katakanlah, sapu dan sponge, atau pelengkap masakan di rumah: garam, merica bubuk, penyedap rasa, dan barang barang lain yang dibutuhkan seorang ibu rumah tangga.

Beda halnya jika Anda menjual barang-barang tersebut di area rekreasi atau taman yang tidak sesuai dengan kebutuhan target calon pembeli. Tidak akan ada pengunjung area rekreasi yang membutuhkan bumbu masakan atau alat pembersih di saat mereka beraktivitas di sana.

Anda bisa mengetahui jenis potential buyer Anda dengan menanyakannya kepada masyarakat atau orang-orang yang berada di sekitar area tersebut dan anda menginvestasikan waktu dan tenaga untuk melakukan riset publik yang sederhana dan akan sangat berguna untuk memberikan informasi mengenai produk-produk apa saja yang bisa Anda jual.

Selain mengetahui demand barang, Anda harus mengetahui demand harga dari para pembeli dan para pakar neuroeconomic mengkategorikan tiga jenis pembeli, yaitu pembeli yang hemat (tightwads), pembeli yang royal (spendthrifts), dan pembeli yang biasa saja (average spenders, antara tightwads dan spendthrifts).

Dengan mengetahui mayoritas dari calom pembeli, Anda sudah bisa menentukan harga jual di tempat tersebut.

  1. Pikirkan Jenis Produk yang akan Dijual

Setelah mempersiapkan tempat dan sudah mengetahui calon-calon customer anda, persiapan produk yang akan dijual sangat penting, karena produk tersebut yang akan Anda jual dan akan membawa income bagi warung sembako Anda.

Ada beberapa hal yang harus anda pikirkan untuk memutuskan barang-barang yang akan anda jual di toko nanti pertama, Anda harus memilih barang yang selalu dibutuhkan oleh calon pembeli. Contohnya, jika Anda berjualan di area taman rekreasi, sediakan produk-produk yang selalu dibutuhkan oleh para pengunjung seperti snack dan minuman dingin.

Ini akan menciptakan siklus penjualan yang konstan karena Anda menjual barang-barang yang selalu dibutuhkan oleh para pembeli.

Selain itu, ada baiknya jika Anda menyediakan sesuatu yang sedang trending, yaitu produk-produk yang sedang terkenal dan sesuai dengan demand produk dari pembeli.

Sebagai contoh, akan menguntungkan jika Anda menjual bumbu masakan A karena bumbu tersebut banyak dibicarakan banyak orang.

Rajin mengikuti tren yang ada di media sosial akan sangat membantu Anda untuk mengetahui barang-barang viral dan berpotensi untuk Anda jual di toko kelontong. Pembeli akan merasa penasaran dengan barang yang sedang dibicarakan banyak orang sehingga hal ini juga bisa membawa keuntungan bagi Anda.

Selain itu, sangat penting untuk memberikan keragaman dalam produk-produk yang Anda jual dan jika Anda hanya menjual satu atau dua jenis produk saja, orang-orang akan merasa bosan untuk berbelanja di toko kelontong Anda.

Jika Anda memiliki barang-brang yang beragam, Anda akan membuka peluang untuk para pelanggan membeli lebih banyak barang yang mereka butuhkan.

Buatlah toko kelontong Anda menjadi toko yang diandalkan para pembeli setiap kali mereka membutuhkan sesuatu dan jika Anda masih bingung dengan produk apa saja yang ingin Anda jual, Anda bisa menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri anda:

  1. Apakah Anda akan membeli dan menggunakan produk ini?
    b. Apakah Anda akan senang jika melihat produk di toko kelontong lainnya?
    c. Apakah Anda ingin menjual produk ini ke orang-orang yang dekat dengan anda?
    d. Apakah barang ini dibutuhkan orang-orang sekarang?
    e. Apakah Anda bisa membayangkan diri Anda menjual barang ini dalam beberapa tahun ke depan

Baca juga: 10 Daftar Barang Toko Kelontong

  1. Siapkan Daftar Supplier

Setelah anda sudah mendapatkan ide mengenai barang-barang yang ingin Anda jual di toko kelontong, Anda sudah dapat mencari supplier-supplier atau vendor-vendor produk yang akan dijual.

Ini mungkin akan menjadi salah satu tugas yang tidak mudah karena banyaknya pilihan supplier untuk satu produk sendiri.

Namun, Anda harus tetap fokus untuk memilih satu supplier yang memenuhi kriteria seperti, supplier A memiliki jenis beras yang Anda inginkan namun harganya mahal, sedangkan supplier B tidak memiliki jenis beras yang Anda inginkan namun harganya sangat murah.

Di sinilah semua hasil riset yang Anda telah lakukan terhadap calon pembeli akan sangat berguna. Jika pembeli Anda lebih memilih untuk membeli jenis beras tanpa memperdulikan harga, ada baiknya Anda memilih supplier A.

Jika pembeli lebih memilih beras yang murah tanpa memperdulikan jenis beras yang mereka beli, ada baiknya Anda membeli stok produk dari supplier B.

  1. Analisis Para Kompetitor

Selain anda memperhatikan toko kelontong yang Anda jalankan dan mengerti pergerakan dari kompetitor-kompetitor juga bisa menjadi satu hal yang penting.

Analisa ini sangat berguna bagi keberlangsungan toko kelontong Anda di masa depan dengan menganalisa para kompetitor, Anda bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan dari setiap “lawan”.

Anda bisa tahu apa saja yang bisa anda kembangkan untuk bersaing dengan kompetitor Anda dan bisa mengambil celah dari kekurangan mereka supaya toko kelontong Anda bisa menjadi yang terdepan di kelasnya.

Sebagai contoh, setelah Anda menganalisa toko X, Anda melihat bahwa mereka mempunyai pelanggan yang banyak karena sudah memiliki product selection yang lebih murah, namun  mereka hanya buka dari Senin sampai Kamis saja.

Dengan melihat ini, Anda dapat mengembangkan ide-ide cemerlang yang lebih menarik dibandingkan dengan ide toko X yang tentunya juga dapat mendatangkan lebih banyak pembeli.

Selain melihat kesempatan untuk membuat gebrakan baru untuk toko kelontong, analisa kompetitor bisa berguna untuk menghindari keputusan atau aksi yang dapat menurunkan potensi penjualan.

Dari analisa bahwa toko X hanya dibuka pada Senin sampai Kamis, Anda bisa menyimpulkan bahwa Anda bisa mengambil kesempatan di hari tersebut di mana toko X justru tidak berjualan atau Anda bisa mengikuti hal sama yang dilakukan oleh toko X.

Baca juga: 7 Tips Usaha Toko Kelontong

  1. Persiapkan Berkas-Berkas Penting

Layaknya bisnis-bisnis pada umumnya, mempersiapkan berkas-berkas sangatlah penting.  Hal ini mencegah Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ancaman pidana.

Hal yang normal yang perlu disiapkan setiap pengusaha yang menjalankan usaha perseorangan yang dijalankan oleh mereka sendiri ialah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sejalan dengan UU nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Jika Anda tidak memiliki SIUP, Andabisa dipidana selama 4 tahun atau harus membayar 10 milyar rupiah dan pasti Anda tidak mau kedua hal ini terjadi terhadap usaha toko kelontong Anda.

Beberapa berkas juga penting untuk Anda siapkan sebelum membangun bisnis warung sembako, seperti Perjanjian Sewa Menyewa, Izin Mendirikan Bangunan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

  1. Great Service = Loyal Buyers

Coba Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah Anda ingin berbelanja kembali ke suatu tempat dimana Anda diperlakukan dengan tidak baik?

Tentu saja tidak, bukan? Mungkin beberapa orang menganggap remeh soal hal kecil seperti tata krama yang baik dalam menyambut pembeli dan gesture kecil lainnya.

Namun, hal-hal kecil seperti ini dapat mempengaruhi perkembangan warung Anda. Jika Anda menempatkan diri Anda sebagai pembeli dan Anda  menerima pelayanan yang tidak memuaskan, kemungkinan besar Anda tidak mau kembali ke tempat yang sama dan lebih memilih untuk berbelanja di tempat lain.

Itulah sebabnya, service atau pelayanan angat penting untuk menciptakan reputasi yang baik bagi toko kelontong Anda tentu juga dapat menambah potential customers untuk berbelanja di tempat Anda.

Anda bisa memikirkan hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk membuat pelanggan merasa nyaman ketika datang ke toko kelontong Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here