7 Bisnis Halal dengan Omzet Jutaan!

0
80
Bisnis Halal

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tentu hidup di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan aturan agama Islam. Sebagai pemeluk agama mayoritas, ada banyak sekali aturan pemerintah yang mengacu dengan syariat Islam, terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah mengenai halal-haram sebuah produk, seperti makanan dan minuman.

Ya, muslim tentu sudah tahu kalau di dalam Al-Quran ada banyak sekali makanan atau minuman yang dilarang alias diharamkan dalam agama. Karena fakta inilah, penerapan halal-haram cukup ketat di Indonesia yang akhirnya berimbas ke sektor kuliner. Di mana produk produk makanan atau minuman yang memiliki label halal, sudah pasti akan diterima oleh pasaran Tanah Air.

Tak heran jika akhirnya banyak sekali pelaku bisnis kuliner yang memberikan label halal untuk produk mereka. Seolah jaminan laku, produk kuliner yang berlabel halal akan lebih diterima publik. Namun dalam perkembangannya, ternyata ada banyak bisnis yang bisa diarahkan ke Islamic market. Apalagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan mewajibkan seluruh produk di Indonesia memiliki sertifikasi halal.

Mulai 17 Oktober 2019, Produk Wajib Sertifikasi Halal

Jika sebelumnya perihal sertifikasi halal adalah wewenang Majelis Ulama Indonesia (MUI), sekarang semua prosesnya sudah diambil alih oleh BPJPH. Kewajiban halal ini resmi diberlakukan untuk seluruh produk yang beredar di negara Indonesia semenjak 17 Oktober2019, dengan masa transisi selama lima tahun. Atas aturan ini, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) pun menyambut dengan positif.

Hanya saja pelaku UMKM mengajukan permintaan bahwa sekalipun sertifikasi halal menjadi hal wajib, produk yang masih belum memiliki label halal tidak boleh ditarik dari pasaran. Bukan hanya itu saja, UMKM juga meminta pemerintah untuk memberikan keringanan dalam hal tarif pengurusan sertifikat halal yang ada di kisaran Rp1,8 juta – Rp2,5 juta. Karena tarif sebesar itu masih terasa berat bagi para pelaku usaha kecil dengan modal sedikit.

Demi mewujudkan sertifikasi halal untuk seluruh produk di Tanah Air, pemerintah pun diharapkan melakukan sosialisasi secara gratis dan memberikan beberapa kebijakan tambahan, termasuk masa berlaku sertifikasi halal. Menurut Sukoso Kepala BPJPH, pemberlakuan label halal dilakukan secara bertahap yang sesuai dengan UU 33 tahun 2014. Kasus ini dipertegas melalui PP 31 tahun 2019, di mana sertifikasi halal akan dimulai dari produk makanan dan minuman.

Sekadar catatan, sampai tahun 2018 produk dengan label halal jumlahnya meningkat tajam yakni sebanyak 200 ribu macam. Bukan hanya makanan, label halal bisa disediakan oleh produk garmen seperti pakaian, deterjen, alat masak hingga perangkat elektronik. Semakin variatifnya produk berlabel halal memang disebabkan oleh luasnya pasar muslim di negara Indonesia. Nah, bagi Anda yang tengah ingin mencoba bisnis sesuai dengan aturan Islam, ternyata tidak hanya soal makanan dan minuman saja lho! Ada beberapa bisnis yang berpotensi diedarkan secara syariah dan memiliki peluang untung sangat menjanjikan.

Baca Juga : Sertifikasi Halal Untuk Bisnis Omzet Dibawah Rp 1 Miliar

7 Ide Bisnis Halal yang Sangat Menjanjikan

1. Blogger Resep Masakan Halal

Berkaitan dengan kuliner halal, Anda yang memiliki hobi memasak dan menulis, mungkin bisa mencoba profesi sebagai blogger resep masakan halal. Tak harus tampil di TV, resep ini bisa Anda posting secara rutin di blog pribadi. Percayalah, akan ada banyak sekali kuliner halal yang bisa Anda kenalkan melalui tulisan resep.

Bahkan jika Anda cukup jeli, bisa melakukan inovasi dengan produk yang tengah digandrungi masyarakat seperti snack asli Korea Selatan misalnya. Dengan begitu, blog Anda tentu bakal laris manis dan berimbas pada kehadiran adsense yang akhirnya memberi keuntungan finansial.

 

2. Kosmetik Halal

Pada tahun 2015, market potensial kosmetik halal di seluruh dunia menyentuh angka USD16,32 miliar. Dalam kurun 10 tahun tepatnya pada 2025, market potensial kosmetik halal secara global diperkirakan bisa menembus USD52,05 miliar. Potensi omzet yang luar biasa besar ini didorong dengan banyaknya pemeluk agama Islam sekaligus muslimah yang mulai memahami pentingnya kosmetik, sebagai kebutuhannya.

Saat ini ada banyak sekali brand kosmetik baik di tingkat global atau lokal yang sudah mengantongi label halal. Hanya saja jika bicara yang mampu menembus skala global dan diedarkan hingga ke mancanegara mungkin baru Wardah. Wardah menjadi brand kosmetik yang pertama memproleh label halal di Indonesia. Wardah rupanya sudah mengenalkan konsep kosmetik halal sejak tahun 1995, hanya saja baru dalam satu dekade terakhir ini memiliki cakupan pasar yang luar biasa.

Dengan minimnya pesaing atas kosmetik halal padahal market potensialnya begitu luas, mungkin Anda bisa mulai merlirik bisnis ini. Namun agar kosmetik halal bisa diterima dan diakui kualitasnya, butuh perjalanan yang cukup panjang. Begitu pula dengan pemilihan bahan-bahan kosmetik yang haruslah aman dan menggunakan kaidah Islami. Jika memang diterima oleh muslimah Indonesia, produk kosmetik halal yang Anda kenalkan akan laris manis di pasaran.

 

3. Trading Forex Islami

Dari data yang diperoleh Global Islamic Report 2018/2019, populasi umat Islam di seluruh dunia mencapai 1,8 miliar juta jiwa (pada tahun 2017). Indonesia sendiri disebutkan ada di peringkat 10 secara global untuk kategori negara yang menerapkan halal supply chain. Umat Islam di Indonesia juga ikut berkembang dengan ambil bagian dalam pergerakan ekonomi dunia melalui perdagangan valuta asing (valas) alias trading forex.

Untunglah saat ini bisnis forex bukanlah monopoli para pemilik modal besar. Anda bisa terjun ke bisnis forex dengan modal minim, asalkan mampu memilih broker yang terpercaya dan tidak menipu. Jika khawatir dengan penggunaan dana yang tak sesuai aturan agama, kini Anda bisa memilih broker yang syariah. Broker-broker Islami biasanya melakukan trading dengan menyediakan akun syariah free swap alias tanpa bunga. Sehingga dengan begitu Anda masih tetap melakukan trading forex bebas riba.

Baca Juga : 10 Makanan Khas Kuliner Tulungagung Yang Bikin Ketagihan

4. Tempat Penginapan Halal

Ada banyak sekali tempat penginapan entah dalam bentuk villa, losmen, motel atau bahkan hotel di Indonesia. Namun tahukah Anda kalau ternyata tidak semuanya berlabel halal? Padahal tempat penginapan syariah memiliki potensi omzet yang cukup besar. Ada banyak sekali wisatawan yang sudah berstatus resmi sebagai suami istri atau berkeluarga, ingin mencari tempat menginap yang nyaman dan bebas dari aksi perzinahan.

Hanya saja untuk menggeluti bisnis penginapan halal, ada beberapa prinsip syariah yang harus dipenuhi mulai dari dana investasi, pengelolaan hingga pastinya makanan dan minuman halal. Selain itu dalam operasional, hotel berlabel halal tentunya bakal menyeleksi tamu hotel. Di mana mereka yang bukan pasangan resmi, jelas tidak boleh menginap satu kamar sampai adanya pemisahan antara tamu laki-laki dan perempuan.

Kendati mungkin jauh lebih ribet daripada tempat penginapan konvensional, konsep hotel syariah memiliki pangsa pasar yang terbuka lebar. Dengan masih minimnya tempat penginapan halal, Anda mungkin bisa mencoba mempertimbangkan bisnis yang tidak hanya mendulang untung, tapi juga berkah karena sesuai ajaran luhur agama Islam.

5. Layanan Penitipan Anak Halal

Karena ada banyaknya pemeluk agama Islam di Indonesia, menyediakan tempat penitipan anak yang berkonsep Islami tentu akan jadi sebuah bisnis menguntungkan. Tentu operasional layanan penitipan anak syariah berbeda dengan penyedia jasa konvensional. Karena dijalankan dengan konsep Islami, anak-anak yang dititipkan akan melakukan aneka kegiatan religius.

Mulai dari belajar mengaji, belajar sholat hingga belajar mengenai agama Islam secara lebih sederhana. Jangan diremehkan, potensi bisnis layanan penitipan anak halal ini bahkan bisa sangatlah besar jika Anda cukup profesional dalam mengelolanya. Dengan promosi dari mulut ke mulut, tentu bisnis layanan penitipan anak berkonsep syariah bisa mudah diterima dan jadi rekomendasi orangtua-orangtua muslim.

6. Toko Buku Halal

Jika Anda termasuk hobi membaca, sepertinya bisnis toko buku halal akan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Karena memang halal, tentu buku-buku yang dijual kebanyakan adalah mengenai agama Islam. Mulai dari mengenal Islam, hidup secara Islami, tata cara sholat, berkeluarga secara muslim, pendidikan anak sesuai syariat Islam hingga pastinya kitab suci umat Islam, Al-Quran.

Dengan pangsa pasar muslim yang amat sangat besar, berbisnis toko buku halal pun jelas sudah memiliki target jelas. Kendati memang teknologi sudah berkembang dan kebiasaan membaca buku tergantikan dengan mengunduh e-book, peminat buku rilisan fisik masih sangat luas. Tak hanya memiliki gerai resmi, Anda pun bisa berjualan buku-buku Islami secara online yang sudah pasti bisa dikirim hingga ke seluruh Indonesia.

7. Pariwisata Halal

Dan inilah bisnis halal terakhir yang memiliki potensi omzet luar biasa besar. Ya, bisnis parisiwata halal kini rupanya tengah begitu diminati tidak hanya oleh turis lokal, tapi hingga manca negara. Semua ini tak lepas dari fakta bahwa Indonesia adalah salah satu destinasi wisata unggulan di dunia. Sebagai destinasi wisata unggulan, Indonesia tentu diminati turis-turis mancanegara. Apalagi jika mengingat Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, tentu minat wisatawan Islam berkunjung ke Tanah Air sangatlah tinggi.

Baca Juga : Siapa bilang UKM Tidak Perlu Memiliki Sertifikasi Halal?

Dari informasi Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), jumlah traveller muslim di seluruh dunia menyentuh 300 juta orang. Namun yang cukup menyedihkan, kunjungan turis muslim ke Tanah Air barulah sekitar 3 juta orang. Jumlah yang sangat kecil apalagi jika dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Thailand hingga Turki. Hal ini tentu sangat miris, padahal jumlah muslim di Indonesia sangatlah besar.

Menemukan pusat-pusat kuliner halal di Indonesia dan tempat ibadah penganut agama Islam di Tanah Air sebetulnya adalah hal yang sangat gampang. Hanya saja potensi ini tidak dioptimalkan oleh pelaku sektor wisata di Indonesia. Di mana masih banyak tempat wisata yang tidak menyediakan masjid atau memberikan pelayanan Islami, yang membuat turis-turis muslim berpikir ulang untuk berlibur ke destinasi wisata unggulan di Indonesia. Untuk itulah karena peminatnya masih belum cukup besar padahal pasarnya sangat lebar, menggeluti bisnis pariwisata halal bisa jadi pilihan yang sangat tepat.

Melihat ulasan tujuh bisnis di atas, tentu membuktikan jika bisnis-bisnis Islami memiliki potensi yang luar biasa besar. Market yang masih bertumbuh dan selalu meningkat, membuat pelaku bisnis pemula jelas lebih semangat. Untuk itulah jika Anda ingin memperoleh keuntungan dan berkah yang sesuai ajaran agama, melirik bisnis-bisnis halal bisa jadi pertimbangan masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here